BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Dibuka Naik Tipis

Keputusan untuk menahan tingkat acuan menjadi faktor pendorong rupiah untuk bergerak pada awal akhir pekan (17/3) ini. Seperti diwartakan Index, mata Garuda mengawali hari ini dengan naik tipis 4 poin atau 0,03% ke level Rp13.343 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 08.44 WIB, spot kembali 5 poin atau 0,04% ke Rp13.342 per dolar AS.

Kamis (16/3) kemarin, Rapat Dewan Gubernur Indonesia memutuskan menahan suku bunga BI 7-day repo rate sebesar 4,75% ketika Sentral AS (Federal Reserve) memilih mengerek suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Sejumlah pengamat mengatakan keputusan BI tersebut dinilai tepat mengingat kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih menunjukkan pemulihan.

“Selain itu, harapan kenaikan rating Indonesia dari S&P masih memberikan sentimen positif terhadap keuangan Indonesia,” ujar Ekonom Bahana Securities, Fakhrul Fulvian. “Urgensi untuk pengetatan kebijakan moneter belum ada, mengingat tendensi re-rating dari keuangan pra-kemungkinan naiknya rating Indonesia dari S&P akan membuat arus modal masuk berlanjut.”

Dengan fakta tersebut, Fakhrul menambahkan akan membuat sentimen positif untuk rupiah, saham, dan obligasi terus berlanjut, setidaknya hingga pertengahan tahun ini. “Kendati demikian, BI tentu akan mencermati naiknya tekanan di pasar global, yang pada akhirnya akan mempercepat siklus pengetatan moneter di negara-negara maju,” sambungnya.

Sementara itu, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, memaparkan bahwa indeks dolar AS cenderung melanjutkan pelemahan, terutama terhadap kurs utama lainnya, setelah The Fed terkesan lebih dovish dibandingkan Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of Japan yang tidak banyak perubahan. Sambil menunggu FOMC meeting berikutnya pada bulan Mei 2017, fokus akan kembali ke kebijakan ekonomi pemerintahan Donald Trump.

“Ruang penguatan rupiah masih terbuka pada perdagangan hari ini,” kata Rangga. “Namun, penguatan Garuda cenderung terbatas, berkaitan dengan BI yang masih waspada terhadap gejolak eksternal sehingga menjaga kurs rupiah agar tidak terlalu kuat.”

Loading...