BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Berakhir Melemah

Rupiah - kumparan.comRupiah - kumparan.com

harus puas berada di teritori merah pada perdagangan Selasa (23/10) sore selepas Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan acuan di level 5,75%. Menurut Index pada pukul 15.57 WIB, mata uang Garuda berakhir melemah tipis 5 poin atau 0,03% ke level Rp15.192 per AS.

Dalam Rapat Dewan Gubernur yang berakhir hari ini, Bank Indonesia memutuskan untuk menahan suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate di level 5,75% pada bulan ini. Hal ini dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi dan domestik. Dari sisi , ekonomi dunia diperkirakan akan mengalami perlambatan, sedangkan dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi diperkirakan tidak setinggi yang diharapkan.

Dari global, indeks dolar AS terus bergerak pada hari Selasa, ketika investor mencari aset safe haven di tengah ketidakpastian atas negosiasi Brexit dan anggaran belanja Italia. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,043 poin atau 0,04% ke level 96,056 pada pukul 11.13 WIB, sedangkan yen Jepang, aset safe haven lainnya, menguat 0,26% pada pukul 11.16 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, dengan hanya lebih dari lima bulan sampai Inggris dijadwalkan untuk keluar dari Uni Eropa, pembicaraan mengenai Brexit hingga kini masih menemui jalan buntu, yang memicu spekulasi bahwa Perdana Menteri Theresa May bisa digulingkan dari posisinya. Senin (22/10) kemarin, May sempat mengatakan bahwa sebagian besar kesepakatan untuk keluar dari Uni Eropa telah disetujui, namun ia menekankan penentangan terhadap proposal mengenai perbatasan Irlandia.

“Penghindaran risiko adalah cerita semalam bersama dengan penguatan dolar AS. Kinerja euro yang rendah juga karena ketidakpastian Brexit,” tutur analis valas di Bank of Singapore, Sim Moh Siong. “Tidak ada tindak lanjut dalam pasar global dari reli China pada hari Senin karena siklis berkinerja buruk.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp15.208 per dolar AS, terdepresiasi 16 poin atau 0,11% dari perdagangan sebelumnya di level Rp15.192 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia tidak berdaya melawan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,63% menghampiri won Korea Selatan.

Loading...