BI Rate Turun, Rupiah Ditutup Menguat Tipis 4 Poin ke Rp13.503 per Dolar AS

www.bloomberg.com

Pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia () sebesar 25 basis poin berimbas positif pada nilai tukar . Menurut data Index pukul 15.59 WIB, rupiah (18/2) ditutup terapresiasi ke level Rp13.503 per AS. Garuda tipis 4 poin atau 0,03 persen dibanding sebelumnya di level Rp13.507 per dolar AS.

Pada perdagangan pagi hari, rupiah dibuka menguat 38 poin atau 0,28 persen ke Rp13.469 per dolar AS. Lalu sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.504 per dolar AS (terlemah) hingga Rp13.421 per dolar AS (terkuat).

Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan tingkat suku bunga acuan atau BI rate sebanyak 25 basis poin (bps) menjadi 7 persen. “Rapat Dewan Gubernur BI pada 17-18 Februari memutuskan penurunan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 7 persen,” jelas Gubernur BI, Agus Martowardojo, di Gedung BI, Jakarta Pusat, Kamis (18/2).

Agus menambahkan, keputusan penurunan ini dilakukan karena semakin terjaganya stabilitas makro ekonomi, khususnya tekanan serta meredanya ketidakpastian perekonomian global. Selain itu, BI juga menurunkan besaran suku bunga deposit facility menjadi 5 persen dan lending facility menjadi 7,5 persen. Sementara, tingkat setoran giro wajib minimum primer dalam rupiah turun 1 persen menjadi 6,5 persen yang berlaku efektif mulai 16 Maret 2016.

Menurut Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, rupiah hari ini memang berpeluang mengoreksi pelemahannya seiring sentimen positif dari dalam negeri. Di samping itu, minyak dunia yang naik tajam juga turut menopang laju rupiah.

Harga minyak mentah jenis WTI crude terpantau naik sebesar 1,60 persen menjadi 31,15 dolar AS per barel. Sementara, minyak jenis Brent crude naik 0,99 persen menjadi 34,84 dolar AS per barel.

“Ini membuka ruang penguatan lebih lanjut bagi rupiah serta aset berdenominasi rupiah lain,” jelas Rangga. “Ditambah sentimen positif dari kenaikan tajam harga minyak.”

Loading...