BI Rate Dipangkas, Rupiah Malah Anjlok 35 Poin

Jakarta terdepresiasi 35 poin (0,27%) ke level Rp 13.152 per Dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (21/3). Laju pelemahan telah tampak sejak kali pertama diperdagangkan, Mata Uang Garuda sebelumnya telah merosot 48 poin di level Rp13.165/USD pada pembukaan sesi perdagangan pagi ini.

Loyonya gerak Rupiah telah diprediksi oleh Rangga Cipta, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia. Menurutnya, Rupiah berpotensi besar untuk tertekan akibat kembali perkasanya Dolar AS dalam perdagangan. Kenaikan imbal hasil Surat Utang (SUN) selang sehari setelah pemangkasan sebesar 25bps juga semakin melemahkan Rupiah.

“Komentar BI yang akan lebih berhati-hati dalam pelonggaran moneter, kemungkinan membatasi ekspektasi penurunan ke depan,” ujar Rangga dalam risetnya yang diterima hari ini, Senin (21/3).

Analis Riset Panin Sekuritas Purwoko Sartono juga menyampaikan hal yang sama. Purwoko menilai, pelemahan Rupiah merupakan imbas dari diturunkannya suku bunga .

“(Pelemahan Rupiah) imbas dari suku  bunga yang diturunkan. Orang akan cari yang bisa berikan bunga menarik (misal) ditaruh di atau obligasi,” katanya ketika dihubungi oleh awak .

Belum lagi, anjloknya sejak pagi membuat Rupiah semakin tak bisa berkutik terhadap Dolar AS. West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Mei harganya anjlok 1,12% ke USD40,68 per barel. Hal ini membuat perhatian para pelaku pasar makin terpusat pada pertemuan yang akan diselenggarakan pada pertengahan April 2016 mendatang.

Loading...