BI Pangkas Proyeksi Ekonomi RI, Rupiah Ditutup Melemah

Rupiah - en.tempo.coRupiah - en.tempo.co

JAKARTA – Rupiah harus puas terbenam di zona merah pada Rabu (21//4) sore setelah Bank Indonesia menurunkan perkiraan Indonesia untuk tahun 2021 ini. Menurut Index pada pukul 14.59 WIB, Garuda ditutup melemah 32,5 poin atau 0,22% ke level Rp14.530 per .

Sebelumnya, pada konferensi virtual, Bank Indonesia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 yang semula berkisar 4,3 sampai 5,3% menjadi hanya 4,1 hingga 5,1%. Pasalnya, perbaikan konsumsi swasta yang tercermin dari indikator ekspektasi dan penjualan eceran sampai dengan bulan Maret 2021 cenderung terbatas. Hal ini sejalan dengan masih terbatasnya mobilitas masyarakat di tengah upaya pemerintah yang terus melakukan akselerasi program vaksinasi nasional.

“Revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi yang dilakukan Bank Indonesia bisa menjadi sentimen negatif bagi di perdagangan hari ini,” ujar analis Kapital Investama, Alwi Assegaf, seperti dikutip dari Kontan. “Kemungkinan ada tekanan buat rupiah untuk perdagangan hari ini. Kalau dolar AS tetap jatuh dan yield obligasi AS tidak merangkak naik, pelemahan rupiah bisa tertahan.”

Nyatanya, dolar AS mampu rebound pada penutupan perdagangan Selasa (20/4) atau Rabu pagi WIB, seiring penurunan imbal hasil obligasi AS dan minyak. Meski demikian, greenback tetap melayang di dekat level terendah tujuh pekan, ketika yield obligasi AS yang lemah mengurangi daya tarik terhadap aset tersebut. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,001 poin atau 0,01% ke level 91,240 pada pukul 11.23 WIB.

“Indeks dolar AS telah menembus level support kunci jangka pendek di 91,30 dan dapat melihat penurunan lebih lanjut ke level terendah 90-an, dengan euro naik ke sekitar 1,22 terhadap greenback,” ujar ahli strategi Westpac, seperti dilansir dari Reuters. “Kami sedang mencari tanda (indeks) ke puncak pada kuartal ketiga, ketika langkah-langkah rebound derivatif kedua AS memuncak dan Eropa mendapatkan vaksin secara bersama-sama, tetapi indikasi awal adalah bahwa vaksinasi di seluruh Eropa sudah meningkat.”

Loading...