BI Prediksi Kenaikan Tarif STNK & BPKB Tak Berdampak pada Inflasi

Jakarta – Belum lama ini penerimaan negara bukan pajak (PNBP) untuk surat tanda nomor kendaraan () dan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) roda dua dan dinaikkan oleh Polri. Meski demikian, () yakin bahwa kenaikan tersebut tak akan mempengaruhi inflasi bulan ini.

“Tadinya saya khawatir harga STNK itu akan menekan inflasi tapi ternyata sudah diklarifikasi bahwa bukan pajak STNK yang naik. Jadi itu tidak khawatir dengan itu,” ujar Gubernur BI Agus Martowardojo, Jumat (6/1).

Berdasar PP Nomor 60 Tahun 2016 yang diterbitkan 6 Desember 2016 lalu menyatakan bahwa kepengurusan surat-surat kendaraan tersebut naik hingga 2-3 kali lipat. Sebelumnya beredar isu jika akan menaikkan pajak STNK hingga BPKB. Namun ternyata Polri menegaskan bahwa kenaikan hanya berlaku untuk administrasi penerbitan surat-surat kendaraan saja.

Agus sendiri mengaku bahwa pihak BI lebih fokus pada tekanan inflasi karena penyesuaian subsidi untuk pelanggan golongan rumah tangga 900 va pada bulan Januari 2017 ini. Pemerintah mencabut subsidi untuk sebagian pelanggan 900 va karena dianggap sudah tak layak untuk memperoleh subsidi.

Di samping itu, tekanan inflasi juga dipengaruhi oleh PT Pertamina yang beberapa waktu lalu menaikkan harga bahan bakar khusus jenis Pertamax, Pertamax Turbo, dan sebagainya. Agus memperkirakan jika inflasi bulan ini masih terkendali dan berada pada kisaran 0,6-0,7%, lebih tinggi dari Januari 2015, yakni 0,5%.

“Kami mungkin perkirakan inflasi di Januari di tingkat 0,6-0,7 persen, kalau yang di Desember 2016 kami melihat inflasi terkendali dengan baik karena di sistem kami itu diperkirakan hanya 0,31 persen. Ternyata inflasi Desember 2016 itu 0,42 persen tapi dibandingkan lima tahun terakhir itu termasuk rendah di Desember,” tandasnya.

Loading...