BI Pertahankan Suku Bunga, Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp 13.510/USD

Jakarta rupiah dibuka menguat 5 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp 13.510 per AS di awal pagi hari ini, Jumat (20/10). Kemarin, Kamis (19/10), Garuda berakhir terdepresiasi 0,01 persen atau 2 poin ke level Rp 13.515 per AS usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.508 hingga Rp 13.532 per AS.

Indeks dolar AS dilaporkan melemah terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada Kamis (19/10) atau Jumat (20/10) pagi WIB. The Greenback melemah sebesar 0,14 persen menjadi 93,235 di akhir perdagangan lantaran para investor kini tengah mencermati berbagai yang baru dirilis.

Departemen AS melaporkan, pada pekan yang berakhir (14/10), angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran yang disesuaikan secara musiman mencapai 222 ribu, turun 22 ribu dari tingkat yang direvisi pekan sebelumnya. Perolehan ini menjadi tingkat terendah untuk klaim awal pengangguran mulai 31 Maret 1973 silam yang mencapai 222 ribu.

Di samping itu, para pelaku pasar juga memantau perkembangan reformasi pajak Amerika Serikat. Pada minggu ini, senat AS akan mempersiapkan diri untuk merampungkan perombakan pajak yang dicetuskan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Senat akan mempertimbangkan resolusi anggaran yang menjadi langkah pertama untuk meloloskan reformasi perpajakan.

Sedangkan dari dalam negeri, hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank (RDG BI) rupanya sesuai dengan prediksi dari 25 ekonomi dalam survei Bloomberg. Bank memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate di level 4,25 persen dengan suku bunga Deposit Facility tetap 3,50 persen, dan Lending Facility tetap 5 persen.

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Agusman, keputusan ini konsisten dengan upaya BI untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan stabilitas , serta mendorong laju pemulihan ekonomi. “Tingkat suku bunga kebijakan saat ini dinilai masih memadai untuk menjaga laju inflasi sesuai dengan sasaran dan defisit transaksi berjalan pada level yang sehat,” kata Agusman,” seperti dilansir Tribunnews.

Sementara itu, Ekonom & Foreign Exchange Trader Bank Bukopin Ridho Ramadhan memperkirakan jika rupiah kemungkinan hari ini akan menguat secara terbatas. “Kalau ternyata suku bunganya tidak berubah, ada peluang rupiah akan menguat terbatas,” tandas Ridho.

Loading...