BI Pangkas Suku Bunga, Rupiah Dibuka Menguat Tipis

Jakarta , Jumat (23/9) dibuka menguat tipis sebesar 0,02 persen atau 3 poin ke level Rp 13.071 per dolar AS. Sebelumnya rupiah mengakhiri dengan penguatan 63 poin atau 0,48 persen ke Rp 13.074 per dolar AS usai diperdagangkan di rentang angka Rp 13.048 hingga Rp 13.108 per dolar AS.

Berdasarkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG), memutuskan untuk menurunkan BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5%.

Di samping itu BI juga memangkas deposit facility 25 basis poin jadi 4,25% dan lending facility juga diturunkan 25 basis poin ke angka 5,75% yang mulai diberlakukan pada hari Jumat ini, 23 September 2016.

Agus Martowardojo mengungkapkan jika pelonggaran kebijakan moneter tersebut sejalan dengan stabilitas makroekonomi yang tergambar dari tingkat inflasi rendah, yang terkendali, dan nilai tukar rupiah yang cenderung stabil.

“Pelonggaran diharapkan memperkuat untuk mendorong . BI meyakini, pelonggaran akan memperkuat kebijakan yang ditempuh pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu ekonom Samuel Sekuritas , Rangga Cipta menuturkan jika penguatan rupiah juga sedikit banyak didukung oleh pelemahan dolar. Saat ini pasar sedang fokus pada debat capres AS dan data indeks manufaktur negara utama dunia yang sebagian besar diprediksi turun.

“Ini bisa mendukung sentimen pelemahan dolar yang ada,” ujar Rangga.

Karena BI mendukung pertumbuhan di Indonesia, maka ruang penguatan mata uang Garuda pun makin terbuka lebar. “Fokus akan kembali terkonsentrasi pada pencapaian yang saat ini meningkat akselerasinya,” kata Rangga.

Loading...