BI Optimistis Rupiah Stabil pada 2015

JAKARTA– yakin, terhadap dolar yang sempat anjlok pada akhir tahun ini akan kembali stabil pada . Gubernur BI Agus Martowardojo memprediksi, tren penguatan rupiah yang terjadi saat ini akan berlanjut hingga tahun depan. Menurut dia, nilai tukar rupiah akan lebih stabil karena BI selalu berkoordinasi dengan pemerintah. Pada , nilai tukar rupiah disebut akan lebih baik diiringi dengan pertumbuhan yang tinggi.

“Kita tahu, pada 2015, secara masih ada tantangan. Di domestik masih ada tantangan. Meski demikian, optimisme kita tinggi bahwa kondisi 2015 akan lebih baik. Pertumbuhan juga lebih baik,” katanya seusai mengikuti rapat bidang ekonomi bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka kemarin (23/12).

Menurut Agus, tekanan eksternal dan pembayaran utang sejumlah korporasi mendorong melonjaknya permintaan USD di dalam negeri. Rupiah yang hampir menembus angka Rp 13.000 per USD, pekan lalu, kini mulai dan stabil.

“Seperti biasa, menjelang akhir tahun ada kewajiban yang perlu dibayar oleh pengusaha domestik ke luar negeri, itu memberikan tekanan terhadap rupiah selain faktor eksternal,” katanya.

Data kurs tengah BI pada kemarin mencatat USD diperdagangkan di level Rp 12.456, atau melemah 21 poin dibanding Senin (22/12) di level Rp 12.435 per USD.

Menurutnya, perkembangan ekonomi dunia yang sangat dinamis juga menjadi penyebab pelemahan rupiah yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Terlebih krisis yang terjadi di dan kondisi minyak dunia.

agus_martowrdojo_biDijelaskan Agus, sebagaimana ditulis JPNN, nilai tukar rupiah sudah jauh lebih stabil meski permintaan USD dalam negeri masih tinggi. Namun secara umum hingga akhir tahun nanti, nilai tukar rupiah diprediksi berkisar di angka Rp 12.300-Rp 12.500.

Agus mengingatkan perusahaan swasta dan BUMN berhatihati mengelola utang luar negeri. Total utang luar negeri swasta per Oktober 2014 telah menembus USD 161,3 miliar lebih tinggi dari utang luar negeri pemerintah USD 133,2 miliar.

Loading...