BI Naikkan Suku Bunga, Rupiah Menguat 5 Poin di Pembukaan

Rupiah - www.seputarforex.comRupiah - www.seputarforex.com

Jakarta – Rupiah mengawali pagi hari ini, Jumat (18/5) dengan penguatan sebesar 5 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp 14.053 per AS. Sebelumnya, Kamis (17/5), kurs rupiah ditutup menguat 39 poin atau 0,28 persen ke level Rp 14.058 per USD setelah diperdagangkan pada kisaran angka Rp 14.053 hingga Rp 14.070 per AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, dolar AS naik 0,07 persen menjadi 93,462 lantaran imbal hasil pemerintah Amerika Serikat meningkat tajam selama beberapa hari terakhir usai dirilis sejumlah ekonomi yang .

Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun yang dijadikan acuan telah menguat lebih dari 3,11 persen pada Kamis (17/5), kenaikan pertama sejak 2011. Sedangkan imbal hasil surat utang pemerintah bertenor 2 tahun naik ke level tertinggi dalam 1 dekade. Dengan kenaikan imbal hasil obligasi ini semakin memperkuat spekulasi terkait kenaikan acuan AS yang lebih agresif tahun ini.

Dari sektor ekonomi, Departemen Tenaga Kerja melaporkan, pada pekan yang berakhir 12 Mei 2018, aplikasi baru untuk tunjangan pengangguran AS berada di level 222.000 yang disesuaikan secara musiman, naik 11.000 dari tingkat yang tidak direvisi pada pekan sebelumnya di angka 211.000.

Sedangkan perusahaan-perusahaan manufaktur melaporkan peningkatan dalam kondisi-kondisi manufaktur regional pada Mei 2018 berdasarkan Survei Prospek Bisnis Federal Reserve Philadelphia. Indeks aktivitas manufaktur di Philadelphia saat ini naik 11 poin ke 34,4, melebihi prediksi pasar di level 21,0.

Dari dalam negeri, (BI) akhirnya menaikkan suku bunga acuannya atau BI 7-day reverse repo rate (BI 7-DRR) menjadi 4,5 persen. Kenaikan suku bunga acuan BI ini yang turut menyumbang kekuatan bagi rupiah di tengah sejumlah data ekonomi yang kurang memuaskan.

Penguatan rupiah berkat kenaikan BI 7-DRR ini diperkirakan dapat membuat investor asing kembali masuk ke pasar Indonesia. “Paling tidak potensi kerugian kurs ketika investor asing berinvestasi di Indonesia bisa diminimalisir,” kata Analis Monex Investindo Futures Faisyal, seperti dilansir Kontan.

Sayangnya menurut Faisyal penguatan rupiah ini diprediksi hanya bersifat sementara. Pasalnya sentimen eksternal masih kuat, misalnya ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS dan ketidakpastian konflik geopolitik di berbagai di dunia.

Loading...