BI Kuras Cadangan Devisa, Rupiah Masih Belum Terpengaruh

rupiah-euroOperasi yang dilakukan oleh hingga menguras tampaknya belum mampu memberi stimulus berarti bagi . Mata uang Garuda ini melorot hingga tembus ke level Rp14.486 per . Seperti dikutip pada Indeks sore ini (22/9), Rupiah sejauh 66 poin atau setara 0,46% dibanding posisi penutupan kemarin. Sepanjang hari ini, Rupiah sempat singgah di level Rp14.443/USD dan sempat jatuh hingga ke posisi Rp 14.554/USD. Kurs referensi Jakarta Interbank spot dollar rate (Jisdor) menyatakan Rupiah terkoreksi sejauh 35 poin ke level Rp 14.486 per Dolar dari yang semula di posisi Rp 14.451 per Dolar .

Sejak awal tahun, Rupiah tercatat telah terdepresiasi sejauh 14,87% di pasar spot. Kenyataan ini menjadikan Rupiah sebagai mata uang asia yang paling terpuruk kedua setelah Malaysia yang anjlok sebesar 18,74% year-to-date. Selama ini Bank Indonesia (BI) telah melaukan segala upaya intervensi agar Rupiah tidak terlalu terpuruk.

Cadangan devisa Indonesia harus tergerus sebayak USD 2,2 miliar atau setara dengan Rp 31,2 triliun sepanjang bulan Agustus 2015 lalu. Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo, sebelumnya pernah mengatakan bahwa cadangan devisa dalam 20 hari terakhir tergerus sebesar 1,9% atau setara Rp 29 triliun. Per 20 September 2015, Cadangan devisa hanya tersisa sebanyak USD 103 miliar dari yang tersisa USD 105,3 miliar.di akhir Agustus 2015.

Loading...