BI Kembali Kerek Suku Bunga, Rupiah Melesat 28 Poin di Awal Dagang

Rupiah - www.merdeka.comRupiah - www.merdeka.com

mengawali pagi hari ini, Kamis (31/5) dengan penguatan sebesar 28 poin atau 0,20 persen ke posisi Rp 13.955 per AS. Sebelumnya, Rabu (30/5), Garuda ditutup menguat tipis sebesar 2 poin atau 0,01 persen ke level Rp 13.993 per USD setelah diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.973 hingga Rp 14.043 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB indeks dolar AS melemah 0,71 persen menjadi 94,145 lantaran para pelaku tengah mencerna Beige Book dari yang baru saja dirilis dan berbagai data Amerika Serikat.

“Kegiatan ekonomi berkembang moderat pada akhir April dan awal Mei dengan sedikit pergeseran dalam pola pertumbuhan,” demikian bunyi pernyataan dalam Beige Book, seperti dilansir Okezone.

Dalam Beige Book dilaporkan bahwa bergeser ke tingkat yang lebih tinggi dengan lebih dari separuh Distrik (Federal Reserve) melaporkan peningkatan kegiatan industri dan sepertiga Distrik mengklasifikasikan kegiatannya sebagai kuat.

Dari sektor ekonomi, Departemen Perdagangan AS menyampaikan bahwa produk domestik bruto (PDB) riil AS naik ke tingkat tahunan 2,2 persen pada kuartal I 2018, sementara itu tingkat ekonomi AS tumbuh pada level 2,9 persen di kuartal keempat tahun lalu.

Kemudian ADP Research Institute menyampaikan Laporan Ketenagakerjaan Nasional bahwa sektor swasta AS menambahkan 178.000 pekerjaan pada bulan Mei 2018, gagal memenuhi prediksi pasar di angka 190.000. Angka ADP selama ini dijadikan pra-indikator untuk laporan gaji non-pertanian yang akan dirilis pada Jumat (1/6) depan.

Dari dalam negeri, rupiah berhasil menguat ditengarai karena Bank Indonesia memutuskan untuk kembali menaikkan suku bunga acuan BI 7-day repo rate (7-DRR) menjadi 4,75 persen. “Rupiah juga mendapat sentimen positif penurunan yield US Treasury yang kembali ke bawah level 3%,” ungkap Ekonom Bank Permata Josua Pardede, seperti dilansir Kontan.  Meski demikian, rupiah diprediksi menguat terbatas karena di saat yang bersamaan sedang terjadi konflik politik di Italia, sehingga sebagian investor memutuskan berpindah ke aset safe haven.

Loading...