BI Dorong Perbankan Peduli Kredit Pertanian

SURABAYA– (BI) Wilayah mendorong pihak perbankan mengucurkan kreditnya di sektor pertanian. Sebab, penyaluran kredit di sektor pertanian masih minim pada .

“Kredit di sektor pertanian masih di bawah 4 persen dan itu masih sangat minim. Makanya, kami mendorong agar perbankan tahun ini bisa menyalurkan kreditnya di sektor pertanian lebih besar lagi,” kata Kepala Perwakilan BI Wilayah Jatim Benny Siswanto kemarin (20/2).

Menurut Benny, rendahnya penyaluran kredit di sektor pertanian mengindikasikan belum optimalnya akses perbankan ke salah satu leading sector ekonomi di Jatim tersebut. Sektor pertanian belum dianggap menarik bagi perbankan di Jatim. Hal itu disebabkan, antara lain, masih relatif tingginya potensi kredit macet (non-performing loan/ ) di sektor tersebut.

Secara umum, pada 2014, penyaluran kredit perbankan di Jatim tumbuh sekitar 13,12 persen atau mencapai Rp 352,13 triliun. Sektor yang menyerap paling banyak penyaluran kredit perbankan di Jatim adalah perikanan. “Pertumbuhannya meningkat 23,4 persen pada posisi year-or-year dengan 2013,” terangnya.

Di sektor pertanian, meski realisasi kreditnya masih di bawah 4 persen, pertumbuhannya naik 19,02 persen dari tahun lalu. Sektor pengolahan mengalami sebesar 14,6 persen dari realisasi 2013.

bankbni-grahapangeranBenny mengatakan, kebijakan BI yang menurunkan acuan (BI rate) sebesar 25 basis poin menjadi 7,5 persen diharapkan bisa turut mendorong pertumbuhan kredit pada tahun ini. “Biasanya, ketika BI rate turun, perbankan akan mengoreksi kreditnya. Dengan penurunan BI rate dari 7,75 persen menjadi 7,5 persen, harapan kami, pertumbuhan kredit pada tahun ini bisa melebihi capaian tahun lalu,” ucapnya.

Sebab, penurunan suku bunga acuan akan memberikan dampak positif terhadap besarnya minat untuk mengajukan pinjaman ke perbankan. Dengan demikian, penyaluran kredit perbankan ke beberapa sektor ekonomi akan meningkat. (rud/c1/jay/radarsby)

Loading...