BI Diprediksi Pertahankan Suku Bunga di Level 4,75%

Jakarta – Bank Indonesia (BI) menggelar rapat dewan (RDG) sejak Selasa (14/3) hingga Rabu (15/3) hari ini. Para ekonom memprediksi jika BI akan mempertahankan suku acuannya, BI 7-Day Repo Rate di posisi 4,75%. BI diperkirakan baru mengambil tindakan jika menaikkan suku secara agresif.

“Kalau sesuai ekspektasi ( naik) dua sampai tiga kali, maksimum tiga kali, saya ekspektasi kenaikan (BI 7-Day Repo Rate) cukup sekali. Kemungkinan baru di semester dua,” ungkap Ekonom Bank Central , David Sumual, Selasa (14/3).

David menjelaskan bahwa BI akan lebih memprioritaskan kebijakan likuiditas daripada menaikkan bunga. “Kecuali kalau The Fed agresif naikkan bunga,” ungkapnya. Jika sesuai dengan prediksi, ia memperkirakan bahwa BI 7-Day Repo Rate hanya akan naik 0,25% ke level 5% tahun ini.

Sementara itu dalam negeri juga dipercaya belum mendesak BI untuk menaikkan acuannya. Terlebih karena cadangan devisa negara pada akhir Februari lalu mencapai 119,863 tentu juga cukup menambah kepercayaan untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

“Kalau dari sisi ekonomi, kalau misalnya ada ekspektasi inflasi meningkat, berarti ekonomi meningkat. Orang membeli barang dan lain-lain, kalau dosis (inflasi) masih 4-5 persen dosis bagus bagi ekonomi,” jelas David.

Gubernur BI, Agus Martowardojo mengungkapkan bahwa pihaknya juga terus memperhatikan ekonomi AS. “Kita juga menyimak dari employment, di mana perkembangannya menunjukkan kondisi yang baik. Kami memperkirakan bahwa mungkin saja pada Maret The Fed memutuskan akan menaikkan FFR (fed fund rate/suku bunga) menjadi 3 kali dalam setahun bukan 2 kali. Tentu ini jadi perhatian kita, dan kita akan menyimak apakah ada kenaikan lebih cepat,” ucapnya.

Di sisi lain Agus juga optimis dengan fundamental ekonomi Indonesia. Sepanjang tahun lalu data ekonomi dalam negeri juga mengalami kemajuan. Bahkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,02% dibanding tahun sebelumnya yang hanya 4,88%. “Padahal negara berkembang lainnya banyak yang terjatuh ke situasi resesi,” kata Agus.

Loading...