BI Aktif Lakukan Intervensi, Rupiah Dibuka Rebound di Awal Dagang

Rupiah - www.seputarforex.comRupiah - www.seputarforex.com

Jakarta rupiah dibuka menguat sebesar 14,5 poin atau 0,10 persen ke level Rp 14.562,5 per di awal pagi hari ini, Kamis (27/12). Kemarin, Rabu (26/12), nilai tukar Garuda terpantau terdepresiasi sebesar 24 poin atau 0,17 persen ke posisi Rp 14.577 per USD.

Indeks dolar yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar naik 0,36 persen menjadi 97,0577 usai ekuitas mengalami atau naik dari tingkat terendah satu setengah tahun terakhir.

Seperti dilansir Xinhua melalui Antara, saham-saham mencatat hari terbaik mereka dalam hampir 1 dekade pada perdagangan Rabu (26/12), dengan ketiga indeks utama tercatat mengalami kenaikan lebih dari 4,00 persen. Menurut para , pasar saham menunjukkan tanda stabilisasi yang telah membantu menyokong posisi dolar AS.

Pada perdagangan sebelumnya, rupiah sempat melemah lantaran terimbas penutupan operasional pemerintahan atau government shutdown di Amerika Serikat. “Pelaku pasar khawatir, sehingga memilih memegang dollar AS. Ancaman perlambatan AS pada 2019 juga mempengaruhi rupiah. Apalagi, data AS yang dirilis pekan lalu mengecewakan,” ujar Ekonom Bank Central Asia David Sumual, seperti dilansir Kontan.

Direktur Garuda Berjangka Ibrahim menambahkan, ketegangan yang terjadi antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ketua pun turut menyumbang sentimen negatif pada mata uang rupiah. Akan tetapi Bank Indonesia (BI) langsung sigap melakukan intervensi di pasar DNDF, sehingga nilai tukar rupiah pun kembali stabil di bawah Rp 14.600 per dolar AS.

Menurut analis Moody’s Analytics, Bank Indonesia menjadi salah satu di Asia yang telah melakukan pergerakan paling agresif dan tak dapat diprediksi tahun ini dibandingkan lainnya di kawasan regional. Meski demikian, sentimen eksternal masih akan membayangi dan menahan laju penguatan rupiah. Oleh sebab itu, baik David maupun Ibrahim memprediksi rupiah akan kembali melemah di perdagangan.

Loading...