Betah di Zona Merah, Rupiah Ditutup Melemah 0,09%

Penguatan indeks AS serta ketidakpastian Pilkada DKI Jakarta membuat tidak mampu keluar dari zona merah sepanjang awal pekan (13/2) ini. Menurut laporan Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda harus mengakhiri hari ini dengan pelemahan sebesar 12 poin atau 0,09% ke level Rp13.324 per dolar AS.

Rupiah sudah sejak awal dagang dengan turun 23 poin atau 0,17% ke posisi Rp13.335 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali terdepresiasi 10 poin atau 0,08% ke level Rp13.322 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.34 WIB, spot belum beranjak dari zona merah usai 9 poin atau 0,07% ke level Rp13.321 per dolar AS.

Sebelumnya, sejumlah analis memang sudah pesimis jika rupiah bisa melaju ke zona hijau usai dolar AS terus bergerak naik meski data Paman Sam tidak terlalu baik. “Dolar AS kembali menguat setelah pertemuan Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, tidak membahas isu nilai tukar mata uang,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta.

Seorang juru bicara pemerintah senior Jepang mengatakan bahwa Abe dan Trump tidak membahas isu mata uang. Pejabat itu mengatakan bahwa ekonomi AS-Jepang membahas fiskal dan serta proyek-proyek dan perdagangan. “Kita bisa mengharapkan pendekatan realistis akan dipimpin oleh Mike Pence (Wakil Presiden AS) dan Taro Aso (Wakil Perdana Menteri Jepang),” kata Analis Senior Mizuho Securities, Yasunobu Katsuki.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok kurs tengah berada di level Rp13.330 per dolar AS, terdepresiasi 12 poin atau 0,09% dibandingkan perdagangan akhir pekan lalu di posisi Rp13.318 per dolar AS. Di saat yang sama, mayoritas mata uang Asia bergerak melemah terhadap dolar AS dengan pelemahan terdalam dialami yen Jepang sebesar 0,6%, disusul dolar Singapura yang turun 0,25%.

Loading...