Besaran Biaya Denda Tilang Bisa Dicek di Situs Pengadilan Negeri

Pengendara, kendaraan, bermotor, roda, dua, empat, lalu, lintas, pelanggaran, biaya, denda, tilang, di, pengadilan, kejaksaan, situs, website, resmi, pengadilan negeri, menu, perkara, nomor tilang, nama, tanggal, sepeda motor, mobil, bus, truk, peraturan, pasal. SIM, helm, STNK, pelanggar, kesalahan, slip biru, slip merahIlustrasi: kena tilang karena melanggar lalu lintas

Bagi para kendaraan bermotor kena tilang dari polisi mungkin dianggap sebagai hari paling sial. Meski mengaku salah, selain bergumam, mereka juga ada yang menghujat polisi yang menindak. Saat ditilang, petugas akan memberikan soal kesalahan yang diperbuat dengan memperlihatkan pasal-pasal yang berlaku sesuai undang-undang.

Setelah itu, petugas polisi memberikan surat tilang yang memiliki dua jenis, slip merah dan slip biru. Slip merah merupakan surat tilang yang diberikan apabila terjadi kesalahan di jalan raya dan pengendara tidak mengakui kesalahannya. Sedangkan slip biru, diberikan kepada pelanggar yang mengakui kesalahan, namun tetap dikenakan denda. Hanya saja, pelanggar membayar denda melalui tanpa harus mengikuti proses pengadilan.

Saat ditilang, petugas juga akan menyita surat-surat, bisa Surat Tanda Nomor Kendaraan () atau Surat Izin Mengemudi (SIM). Bahkan, jika tak membawa surat-surat bukan tak mungkin sepeda motor akan diangkut sebagai barang bukti.

Akan tetapi, bagi Anda yang belum tahu bagaimana nasib SIM atau STNK setelah ditilang, ternyata ada proses yang harus dilalui.

Setidaknya hal ini diungkapkan akun Instagram @satlantaspolresbulungan yang diunggah kembali oleh akun @polantasindonesia. Dalam catatannya, setelah menilang, berkas tilang akan masuk untuk didata dan direkap oleh Bintara Tilang.

“Setelah lengkap kemudian disetorkan ke Pengadilan, setelah itu dari pihak PN akan menentukan besarnya denda tilang dan meneruskan berkas tilang ke Kejaksaan, nah pelanggar pada tanggal sidang tinggal datang ke Kejaksaan untuk denda tilangnya, tanpa perlu lakukan sidang di PN, dasar hukum: PERMA No.12 Tahun 2016,” tulis akun @polantasindonesia.

Nah, besaran denda tilang kerap menjadi pertanyaan bagi pelanggar lalu lintas. Baik pengendara roda dua maupun . Pelanggar kerap bertanya denda, sebelum sidang putusan pelanggaran dimulai. Namun, pihak pengadilan negeri (PN) Tuban membeberkan besaran denda tilang yang kerap diterapkan bagi pelanggar.

Dengan adanya informasi tersebut, maka pelanggar cukup lega karena sudah bisa mengetahui besaran denda tilang dan menyiapkan sejumlah uang.

Disampaikan Humas PN Tuban, Donovan Akbar Kusuma Buwono, bagi yang tidak memiliki SIM untuk sepeda motor denda tilang Rp 100 ribu, kendaraan MPP/MPU/Pick Up Rp 150 ribu, sedangkan untuk kendaraan Bus/Truk Rp 200 ribu. “Karena melanggar pasal 281 UU Lantas minimal denda tilang Rp 100-200 ribu, maksimal hingga Rp 1 juta. Namun kita kerap menggunakan denda minimal,” kata Donovan kepada Surya Tribunnews.

Donovan menambahkan, untuk sepeda motor yang tidak memasang nomor kendaraan akan diputus denda tilang Rp 50 ribu, untuk MPP/MPU/Pick Up Rp 75 ribu, sedangkan untuk Bus/Truk Rp 100 ribu. Dia melanjutkan, bagi pengendara motor yang tidak membawa STNK diputus denda Rp 50 ribu, MPP/MPU/Pick Up Rp 75 ribu, untuk Bus/Truk Rp 100 ribu.

Sedangkan untuk pengendara maupun sepeda motor tidak mengenakan helm akan diputus denda Rp 50 ribu. Untuk pengemudi maupun MPP/MPU/Pick Up yang tidak menggunakan sabuk keselamatan Rp 50 ribu, dan untuk bus/truk Rp 100 ribu. “Yang biasa kita putus saat sidang di pengadilan adalah denda minimal, kecuali masuk kategori pelanggaran berat maka beda lagi,” ujar Donovan.

Sebagai informasi, saat ini besaran denda atau biaya tilang juga tersedia di situs pengadilan negeri. Di website tersebut, terdapat catatan lengkap termasuk jenis pelanggaran dan pasal yang berlaku. Anda bisa cari menu Pencarian Perkara Tilang. Ada pilihan nomor tilang, nama dan tanggal. Jika Anda lupa nomor tilang tinggal geser ke nama, lalu ketik nama pelanggar. Secara otomatis akan keluar biaya yang harus dibayar.

Loading...