Berusaha Kembalikan Otot, Rupiah Dibuka Menguat Tipis

Rupiah - www.jayabaya.ac.idRupiah - www.jayabaya.ac.id

JAKARTA – terus berjuang untuk mengembalikan tenaga setelah 10 hari beruntun tersungkur di zona merah. Menurut data Bloomberg Index, mata uang Garuda mengawali Selasa (7/5) ini dengan menguat tipis 5 poin atau 0,04% ke level Rp14.293 per AS. Sebelumnya, spot berakhir melemah 32 poin atau 0,22% di posisi Rp14.298 per AS pada Senin (6/5) kemarin.

“Faktor utama pelemahan kurs rupiah berasal dari sentimen eksternal, terutama dari hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC),” papar Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia, Nanang Hendarsah, dilansir Kontan. “ memberi sinyal tidak akan menaikkan atau menurunkan suku bunga, sedangkan ekspektasi adalah menurunkan suku bunga kebijakannya.”

Di samping itu, koreksi pada nilai tukar rupiah juga dipicu pernyataan Presiden AS, , baru-baru ini yang berencana untuk mengenakan impor terhadap produk asal senilai 200 miliar dolar AS. Hal tersebut membuat indeks dolar AS berbalik menguat, disertai dengan penurunan beberapa nilai tukar mata uang dan saham di kawasan Asia.

“Dari sisi domestik, pengumuman pertumbuhan Indonesia kuartal I-2019 pada level 5,07% bukan penyebab pelemahan kurs rupiah. Meski di bawah ekspektasi, realisasi pertumbuhan masih cukup solid,” sambung Nanang. “Mari kita bandingkan dengan negara-negara lain. Pertumbuhan 5,07% itu jangan dianggap sesuatu yang menimbulkan pesimisme.”

Sementara itu, Ekonom Bank Central Asia, David Sumual, menilai bahwa saat ini, pasar masih menantikan kepastian Trump yang mengancam akan menaikkan tarif impor sebesar 25% terhadap barang asal China pada Jumat (10/5) mendatang. Dari dalam negeri, belum ada sentimen positif yang mampu memberikan katalis untuk rupiah.

“Dari dalam negeri, sementara ini masih minim sentimen. Besok (hari ini), rupiah masih akan melemah seperti Senin,” ujar David. “Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada hari Selasa, diprediksi bergerak pada kisaran support Rp14.270 per dolar AS, sedangkan untuk level resistance berada di posisi Rp14.350 per dolar AS.”

Loading...