Bertahan dari Terjangan Dolar, Rupiah Ditutup Menguat

Rupiah - www.teropongbisnis.comRupiah - www.teropongbisnis.com

berhasil mempertahankan posisi di zona hijau sepanjang Kamis (26/4) ini, ketika indeks bergerak lebih tinggi, didorong kenaikan imbal hasil Treasury . Menurut Index pukul 15.58 WIB, mata uang NKRI menutup transaksi dengan penguatan sebesar 30 poin atau 0,22% ke level Rp13.891 per dolar .

Sebelumnya, rupiah berakhir melemah 32 poin atau 0,23% di posisi Rp13.921 per dolar AS pada akhir Rabu (25/4) kemarin. Pagi tadi, mata uang Garuda mampu bangkit dengan dibuka menguat tipis 2 poin atau 0,01% ke level Rp13.919 per dolar AS. Sepanjang transaksi hari ini, spot mampu mempertahankan posisi di area hijau, mulai awal hingga tutup .

Dari , indeks dolar AS diperdagangkan mendekati level tertinggi 3,5 bulan pada hari Kamis, didukung imbal hasil Treasury AS 10 tahun yang lebih tinggi, menembus ambang 3% untuk pertama kalinya dalam empat tahun. Mata uang Paman Sam terpantau berada di level 91,136 terhadap enam mata uang utama dunia, setelah sebelumnya berakhir di posisi 91,261 pada hari Rabu.

Seperti diberitakan Reuters, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun berada posisi 3,035% pada hari Rabu, mendekati level tertinggi dalam empat tahun terakhir, didorong oleh kekhawatiran meningkatnya pasokan utang pemerintah dan tekanan dari kenaikan harga minyak. Meningkatnya imbal hasil obligasi AS baru-baru ini telah menyebabkan perbedaan yield AS-Jepang dan AS-Jerman melebar, sekaligus mendukung greenback untuk meninggalkan yen Jepang dan euro.

“Kecuali ada sentimen negatif besar, yang sangat tidak mungkin terjadi di pasar saham AS, The Fed diragukan akan goyah untuk menaikkan suku bunga mereka pada bulan Juni,” ujar kepala perdagangan di Asia Pasifik untuk OANDA di Singapura, Stephen Innes. “Dengan sentimen pasar saham menatap kenaikan imbal hasil obligasi, greenback bisa bergerak leluasa terhadap mata uang utama dunia.”

Fokus pasar untuk jangka pendek adalah tinjauan suku bunga European Central Bank yang dijadwalkan dirilis pada Kamis waktu setempat. ECB diprediksi tidak mengubah kebijakan mereka pada pertemuan kali ini, menurunkan kekhawatiran mengenai pertumbuhan yang lambat di Benua Biru dan membiarkan pintu terbuka untuk mengakhiri skema pembelian obligasi pada penutupan tahun.

Loading...