Bertabur Sentimen Positif, Hari Ini Rupiah Diramal Menguat

pada perdagangan Kamis (31/3) diramal bakal melanjutkan tren penguatannya seiring bertaburnya sentimen . Kembali melemahnya indeks dolar AS dan beberapa kebijakan yang dikeluarkan akan menyokong pergerakan mata uang Garuda sepanjang perdagangan hari ini.

Menurut laporan Bloomberg Index, hari ini rupiah dibuka tipis 1 poin atau 0,01% ke Rp13.255 per dolar. Sayangnya, mata uang Garuda berbalik 24 poin atau 0,18% ke Rp13.280 per dolar AS pada pukul 08.43 WIB. Namun di sisi lain, indeks dolar AS juga terpantau melemah 0,34% ke level 94,841 pada penutupan perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB.

“Rupiah berpeluang menguat pada perdagangan hari ini,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas , Rangga Cipta. “Sentimen positif selain datang dari global, juga bersumber dari beberapa kebijakan yang diambil pemerintah seperti peluncuran paket kebijakan ekonomi XI dan pemangkasan harga BBM.”

Ditambahkan Rangga, dipangkasnya premium dan solar sebesar tujuh persen bisa menekan ekspektasi ke depan apalagi jika segera diikuti oleh penurunan ongkos angkutan umum. “Penguatan rupiah juga didukung dengan stabilnya harga dunia di level rendah sehingga membuat ruang penurunan BI rate menjadi lebih terbuka,” sambungnya.

“Indeks dolar AS terus turun, sehingga peluang kenaikan Fed Rate kembali turun,” imbuh Rangga. “Indeks dolar AS melanjutkan pelemahannya usai pidato Gubernur kemarin malam dan sentimen pelemahan dolar AS diperkirakan berlanjut di Asia hari ini.”

Senada, Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengemukakan bahwa pidato Gubernur Bank Sentral AS, Janet Yellen, yang bernada negatif mengenai peluang kenaikan membuat indeks dolar AS rontok. “Domestik juga positif usai pengumuman penurunan harga BBM. Rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.175 hingga Rp13.300 per dolar AS,” ujar Josua.

Pada perdagangan Rabu (30/3), rupiah ditutup menguat 139 poin atau 1,04% ke Rp13.256 per dolar AS. Rupiah menguat signifikan di saat indeks dolar AS melemah setelah pidato Janet Yellen yang menyatakan kehati-hatiannya dalam menentukan jadwal kenaikan suku bunga pada tahun ini.

Loading...