Berpotensi Ganggu Perekonomian, Bank Indonesia Larang Penggunaan Bitcoin

Bitcoin - kryptomoney.comBitcoin - kryptomoney.com

JAKARTA – Pamor sebagai mata uang saat ini memang semakin meningkat, bahkan nilainya sekarang dikatakan sudah menembus angka 13.000 dolar AS. Namun, , selaku otoritas moneter Indonesia, mengatakan mereka akan mengeluarkan peraturan yang melarang penggunaan cryptocurrencies, termasuk , karena dianggap telah menimbulkan kekhawatiran mengenai dampak yang tidak diinginkan.

Menurut Nikkei, Bank Indonesia sempat mengatakan bahwa penggunaan cryptocurrencies bertentangan dengan hukum Indonesia yang mewajibkan penggunaan rupiah dalam transaksi . Peraturan baru mengenai keuangan yang ditandatangani pada 29 November kemarin adalah pertama kalinya bank sentral secara menyebutkan bahwa ‘penggunaan mata uang virtual dalam sistem pembayaran (dan) kegiatan itu dilarang’.

“Mata uang virtual memiliki dasar yang lemah dan sangat , dan tentunya hal ini dapat menimbulkan dampak negatif pada ekonomi kita,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng. “Jika pasar menjadi bergejolak, akan sangat mengkhawatirkan, dan bagi investor, ketidakpastian akan sangat tinggi. Ada risiko besar dari penggunaan mata uang virtual.”

Peraturan baru ini rencananya akan mulai berlaku pada 1 Januari 2018 mendatang. Sebuah perusahaan yang diketahui menggunakan Bitcoin dalam transaksi, lisensi fintech mereka akan dicabut, atau jika mereka masih dalam proses mengajukan permohonan lisensi, permohonan tersebut akan ditolak. Sekadar informasi, setelah meningkatnya popularitas layanan pembayaran digital, Bank Indonesia baru-baru ini mengamanatkan semua penyedia layanan tersebut untuk mendaftar ke bank.

Namun, peraturan ini hanya melarang penggunaan cryptocurrencies sebagai alat pembayaran, dan tidak mengatur kegiatan seperti pertambangan dan perdagangan Bitcoin. Sugeng menambahkan bahwa pihaknya akan terus mempelajari penggunaan dan potensi risiko crypto di Indonesia, dan mungkin akan mengeluarkan peraturan lebih lanjut. “Bank sentral sangat mendukung teknologi keuangan, namun ingin memastikan tidak akan membahayakan stabilitas keuangan ,” sambung Sugeng.

Tidak ada data resmi mengenai bagaimana penggunaan Bitcoin di Indonesia. Bitcoin Indonesia, yang memperdagangkan Bitcoin dan beberapa aset digital lainnya di negara ini, mengatakan di dalam resmi bahwa mereka saat ini sudah memiliki 684.000 anggota. Tetapi, popularitas Bitcoin dan cryptocurrencies di belahan dunia lain telah membuat bank sentral khawatir.

Dengan larangan tersebut, Indonesia telah bergabung dengan jajaran negara-negara yang telah menyatakan ‘perang’ melawan Bitcoin dan crypto yang lainnya, termasuk China dan India. Namun, Stephen Obie, partner di firma hukum Amerika Serikat, Jones Day, percaya bahwa regulator keuangan pasti akan menerima cryptocurrencies, mengingat popularitas mereka yang makin meningkat.

“Ada kemungkinan masyarakat secara keseluruhan akan beralih ke cryptocurrencies, dan peraturan tradisional dimana kita memiliki anti-pencucian uang akan segera digantikan,” kata Obie. “Alih-alih menolak cryptocurrencies, regulator seharusnya tetap di atas teknologi, mengerti bagaimana penggunaannya, dan menerapkan peraturan yang rasional.”

Loading...