Berperan Ganda, Menperin Dorong Pengembangan Produsen Susu Nasional

– Selain menjadi bagian dari industri pemenuhan kebutuhan susu , produsen susu sapi di Indonesia dapat turut menggerakkan perekonomian dengan meningkatkan ekspor maupun penyerapan tenaga kerja. Hal ini disampaikan oleh Perindustrian (Menperin) Saleh Husin ketika mengunjungi pabrik susu milik PT Greenfields Indonesia, Sabtu (28/5).

“Peran ganda produsen sapi ialah yang pertama, mencukupi kebutuhan gizi dan meningkatkan tingkat konsumsi per kapita kita yang masih 12,1 kilogram (kg) per tahun. Yang kedua, berperan secara ekonomi, yaitu menyerap susu segar peternak sapi, pakan dari petani dan ekspor,” kata Saleh dalam keterangan tertulisnya.

Kebutuhan susu segar dalam negeri untuk susu olahan mencapai 3,8 juta ton. Padahal, dari dalam negeri hanya mampu memasok susu segar sebanyak 798 ribu ton (21%) saja. Itulah mengapa, ebagian besar susu segar masih harus diimpor dari luar negeri, yakni sebanyak 3 juta ton (79%). bahan baku ini bisa dalam bentuk skim milk powder, anhydrous milk fat, dan butter milk powder dari berbagai seperti Australia, New Zealand, Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Kemenperin sendiri melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) telah menetapkan industri susu sebagai salah satu industri yang diprioritaskan. Untuk itu, pemerintah akan memberikan beberapa kemudahan seperti Pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk produk susu segar, usaha pembibitan sapi, serta pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) atau Tax Allowance bagi investasi baru maupun perluasan.

Greenfields Indonesia menjadi salah satu perusahaan yang telah mengajukan permohonan untuk mendapatkan fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan (Tax Allowance) atas rencana perluasan industri. CEO of Japfa & Related Entities (induk usaha Greenfields Indonesia), Handojo Santosa, mengungkapkan bahwa Greenfields akan berkomitmen untuk menanam investasi sebanyak USD345 juta demi membangun lima peternakan dan pabrik pengolahan dalam 10 tahun ke depan.

Perseroan ini berencana mendongkrak produksi susu hingga 6 kali lipat dari semula 40 juta liter menjadi 260 juta liter dalam 10 tahun ke depan. Terkait ekspor, Greenfields juga membidik penjualan senilai USD105 juta dalam satu dekade ke depan.

“Dengan ekspansi penambahan peternakan dan pabrik baru, Greenfields mengincar ekspor lainnya antara lain Taiwan, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Maladewa dan Papua Nugini,” tutur Handojo.

Loading...