Berpengaruh Untuk Urusan Pembangunan Hingga Polusi, Biaya Pengukuran Topografi Dinilai Variatif

biaya, pengukuran, topografi, harga, lahan, luas, perumahan, gunung, bukit, kota, polusi, faktor, satuan, meter, per, persegi, tempat, di, indonesia, kesehatan, teknik, satelit, gambar, cahaya, variatifIlustrasi: teknik pengukuran topografi dalam pembangunan jalan (sumber: steemkr.com)

Topografi biasanya dilakukan di beberapa tempat seperti pengukuran luas atau pengukuran luasan (polygon) tanah, hutan, bukit, gunung. Selain itu, ada pengukuran atau pengukuran (topografi atau kontur) jalan tol, jalan umum, hutan, bukit, gunung. Ada pula pengukuran kavling, staking out untuk perumahan, dan masih banyak kategori lainnya.

Di Indonesia sendiri, topografi penting dilakukan. Untuk pengukuran topografi, biasanya dikenai biaya. Besarnya biaya cenderung variatif, bisa berbeda antara satu dengan lainnya. Misalnya untuk Jabodetabek, biaya/ satuan topografi bisa dimulai dari Rp 350 per meter persegi, dengan minimum Rp 3,5 juta (di bawah 10.000 meter persegi, dikenakan minimum).

Selain untuk keperluan membangun jalan atau , topografi kota bisa dianggap sebagai salah satu faktor yang menyebabkan tingginya polusi. Seperti di Beijing, Ulan Bator juga berada di lembah sungai, dan dikelilingi gunung-gunung, yang kemudian menahan asap-asap yang berasal dari kota itu sendiri. Ulan Bator merupakan salah satu ibu kota terdingin di dunia.

Polusi udara di Ulan Bator tergolong tinggi, jauh melampaui standar dunia. Berdasarkan pedoman kualitas udara dari WHO, polusi udara masih dalam taraf yang aman, jika jumlah partikel di udara tidak lebih tinggi dari 25 mikron. Sementara, Kota Ulan Bator telah melampaui standar sebanyak 10-15 kali selama beberapa tahun.

“Polusi udara telah menjadi krisis kesehatan anak di Ulan Bator. Dan, menempatkan setiap anak dan kehamilan berada dalam bahaya. Polusi udara telah menjadi krisis kesehatan anak,” ujar perwakilan UNICEF Ulan Bator, Alex Heikens.

“Risiko kesehatan termasuk kelahiran mati, kelahiran prematur, berat lahir rendah, pneumonia, bronkitis, asma, menghambat perkembangan otak dan kematian. Mengurangi tingkat polusi udara adalah satu-satunya solusi jangka panjang yang berkelanjutan untuk melindungi kesehatan anak-anak,” tambahnya.

Dikarenakan pentingnya topografi, Prodi Geologi Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS) Yogyakarta menggelar kuliah menghadirkan dua dosen tamu dari luar negeri. Dalam kuliah tersebut, dibahas mengenai hal-hal seputar geologi, termasuk topografi.

“Mahasiswa dan dosen jelas bisa menambah ilmu, karena banyak hal baru yang disampaikan dari penelitian atau pengalaman narasumber, seperti yang disampaikan Dr Brett (salah satu dosen tamu dari luar negeri) bahwa ada lain yang cukup representatif bisa digunakan untuk pemetaan bumi,” ungkap Ketua Prodi Teknik Geologi STTNAS, Adi Prabowo.

Peneliti Postdoctoral Pengamatan Bumi Columbia University, Brett Carr menjelaskan tentang metode fotogrametri yang pemanfaatannya untuk identifikasi gejala di permukaan bumi. Menurut Brett, metode tersebut memiliki banyak manfaat, selain untuk penelitian gunung api, juga dapat dipakai untuk pemetaan geologi yang lebih luas.

Dr Brett juga mengulas banyaknya teknik untuk mengukur topografi, antara lain, menggunakan satelit namun sifat terbatas karena tidak dapat mendefinisikan resolusi gambar yang tersedia. Selain itu ada teknik yang disebut Lidar atau Light Detection And Ranging, merupakan teknologi peraba jauh optik dengan mengukur cahaya untuk menemukan atau informasi lain dari target yang jauh.

Loading...