Bernilai Jual Tinggi, Harga Papan Jati per Lembar Dibanderol Variatif

Papan Jati - www.kayu-jati.comPapan Jati - www.kayu-jati.com

Ada banyak yang begitu diminati oleh untuk diolah menjadi , perabotan , hingga digunakan untuk keperluan konstruksi bangunan. Beberapa jenis yang cukup laris antara lain seperti sengon, meranti, bengkirai, hingga jati. seperti jati biasanya dijual dalam bentuk gelondongan (log), balok, hingga yang sudah dipotong menjadi berbentuk papan.

Harga papan jati per lembar cukup bervariasi, tergantung ukurannya. Sebagai harga papan kayu jati sambungan per lembar 2,5 x 30 x 80 cm sekitar Rp 450 ribu per lembar, kemudian 2,5 x 30 x 100 cm Rp 550 ribu per lembar, 2,5 x 30 x 125 cm harganya Rp 750 ribu, dan 2,5 x 30 x 150 dijual sekitar harga Rp 900 ribuan per lembar. Sementara itu, untuk papan jati sambungan 2 layer biasanya relatif lebih murah, sekitar Rp 300 ribuan hingga Rp 495 ribuan per lembar.

Kayu jati memang dikenal dijual cukup mahal di pasaran karena memiliki kualitas yang baik dan lebih kuat dibandingkan kayu-kayu jenis lainnya. Oleh sebab itu, di sektor industri kayu memang cukup menguntungkan. Beberapa orang mengaku berhasil meraup keuntungan yang berlipat ganda dari menanam beberapa jenis pohon yang memiliki nilai tinggi layaknya sengon, jati, dan sebagainya.

Akan tetapi bisnis di sektor perhutanan memang harus sabar lantaran hasil dari menanam pohon-pohon tersebut biasanya baru dapat dirasakan dalam jangka waktu 7-40 tahun kemudian. Menurut Direktur Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Purwadi Suprihanto, ada beberapa jenis pohon yang cocok dijadikan ladang bisnis. “Seperti Pohon Jati, Pohon Mahoni, Pohon Sonokeling sampai Pohon Jabon itu butuh waktu dari 7 sampai 40 tahun untuk masuk masa panen,” kata Purwadi, Rabu (4/7/2018), seperti dilansir Detik.

Walaupun butuh waktu lama, sebenarnya bisnis di sektor tersebut cukup menjanjikan. Dengan harga bibit yang relatif terjangkau, harga kayu bisa cukup tinggi saat dipanen. Misalnya saja untuk bibit pohon jati di Perhutani yang dijual Rp 5 ribuan per bibit ketika memasuki masa panen dapat dijual dengan harga Rp 10 juta hingga Rp 15 jutaan per meter kubik.

Loading...