Berlokasi di Kota Jakarta, Nominal Biaya Masuk Pesantren Daarul Rahman Jagakarsa Bervariasi

biaya, bangunan, pendaftaran, formulir, rapor, seragam, fotok, sekolah, SMP, SMA, islam, terpadu, asrama, kesehatan, kesiswaan, nominal, mulai, dari, bulan, ponpes, pondok, pesantren, daarul, rahman, jagakarsa, ponpes, murid, baru, FacebookSantri Ponpes Daarul Rahman sedang mengikuti tabligh

(ponpes) Daarul Rahman berlokasi di Jakarta. Berada di kawasan seluas kurang lebih 3 hektare, ponpes tersebut sering disebut sebagai oase spiritual di jantung Jakarta. Beberapa tahun lalu, ponpes tersebut pindah ke Jalan Muhammad Kahfi II Kavling DKI Jagakarsa Jakarta Selatan. Alasan pindah tersebut dikarenakan kondisi yang dinilai tidak kondusif untuk para belajar.

Pesantren tersebut setidaknya membawahi dua sekolah, yaitu SMP dan Islam Islam Terpadu Daarul Rahman. Di media sosial Facebook milik ponpes, dibagikan informasi mengenai penerimaan murid baru yang dibuka mulai 1 Maret 2018, dan ditutup pada tanggal 1 April 2018. Pengumuman murid yang diterima bisa dilihat di //smpsmaitdaarulrahman.com/pmb/

Untuk biayanya, terdiri dari beberapa komponen, mulai dari bangunan, , formulir, rapor, seragam, foto, sekolah, makan, asrama, kesehatan, dan kesiswaan. Besaran nominalnya bervariasi. Untuk pendaftaran sebesar Rp 150.000, formulir Rp 100.000, seragam Rp 1.150.000, dan lainnya.

Selain itu, ada biaya yang dibayar per bulan seperti biaya sekolah sebesar Rp 250.000, makan Rp 300.000, asrama Rp 150.000, kesehatan Rp 20.000, dan kesiswaan sebesar Rp 10.000.

Kabarnya, Ponpes Daarul Rahman sudah mencetak berbagai murid yang berprestasi. Menteri Riset dan Tinggi (Menristek), Mohammad Natsir mendorong Pondok Pesantren Daarul Rahman memiliki perguruan tinggi bidang umum untuk menambah pengetahuan dan wawasan para santri. Bahkan, ia mengaku siap untuk membantu.

“Saya ingin mendorong nanti, nuhun sewu Pak Kyai, Pondok Pesantrean Daarul Rahman mendirikan perguruan tinggi di bidang umum. Kalau bisa, kami akan bantu,” kata Muhammad Natsir.

Tidak hanya Daarul Rahman, sebagai seorang santri, ia juga mendorong seluruh Pondok Pesantren untuk memiliki perguruan tinggi. “Saya akan mendorong seluruh pondok pesantren, semuanya harus mulai menuju ke sana. Di samping santri hafal alfiyah, hafal Al Quran, ilmu pengetahuan lainnya tidak boleh ketinggalan,” katanya.

Menurutnya, dalam ajaran Imam Ghazali mengatakan bahwa ilmu itu ada dua, yaitu ilmu adyan dan ilmu abdan, ilmu dan ilmu baru. “Dua-duanya jalan, kehidupan dunia dan akhirat jadi seimbang,” jelas Mohammad Natsir. Dia mengatakan, saat ini perkembangan dunia begitu pesat, masyarakat Pesantren tidak boleh tertinggal dengan perkembangan teknologi informasi.

Menjawab pernyataan Menteri Natsir tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Rahman, KH. Syukron Makmun mengatakan bahwa mendirikan perguruan tinggi merupakan cita-citanya.

“Sebenarnya, tempatnya ada, kalau bapak langsung mau membangun, saya persilakan. Paling tidak membangunnya itu, tiru seperti yang di (ponpes) Leuwiliang. Panjangnya 56 meter lebar 22, lantai 4. Yang teratas olahraga, badminton, futsal, itu di Leuwiliang,” katanya.

Akan tetapi, ia mengatakan kepada Menteri Natsir agar tidak berharap dirinya meminta kepada kementeriannya. Pasalnya, jika meminta pasti harus membuat proposal, sketsa macam-macam yang tidak bisa ia lakukan. Tetapi, bukan berarti ia akan menolak bantuan, hanya saja pemimpin Ponpes Daarul Rahman tidak membiasakan diri untuk meminta bantuan.

Loading...