Berlokasi di Depok, Ini Biaya Masuk Pondok Pesantren Qotrun Nada

Pondok Pesantren Qotrun Nada - www.qotrunnada.ponpes.info

Di Kota Depok terdapat sebuah ponpes yang cukup terkenal bernama Qotrun Nada. Ponpes yang beralamatkan di Jalan Qotrun Nada No. 1, Cipayung Jaya, Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat ini dibangun sejak tahun 1996 silam. Berawal dari sebuah majelis taklim kecil yang hanya digunakan oleh masyarakat untuk belajar , lama-lama majelis ini tumbuh besar hingga menjadi sebuah ponpes seperti saat ini.

“Qotrun Nada yang memiliki arti ‘Tetesan Embun Pagi’, dengan nama Qotrun Nada-lah kami selalu berharap bahwa nantinya kami akan menjadi generasi penerus yang memiliki pemikiran kreatif, inovatif, serta positif dan dengan landasan yang berdasarkan atas Al Qur’an dan Hadits, seperti halnya tetesan embun yang senantiasa Allah turunkan dari langit yang membawa pencerahan untuk alam di sekelilingnya,” demikian seperti dilansir dari website resmi Pesantren Qotrun Nada.

Pondok Pesantren Qotrun Nada mengembangkan terpadu, yakni panduan belajar selama 6 tahun yang meliputi Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Selain itu, Ponpes Qotrun Nada juga membuka pendidikan yang agak singkat meliputi Takhassus/Intensif yang setingkat Aliyah, yakni hanya 3 tahun bagi para lulusan MTs dan SMP yang ingin melanjutkan studi di Qotrun Nada.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada tahun pelajaran 2018/2019 ini Pondok Pesantren Qotrun Nada membuka santri baru sejak 24 Desember 2017 sampai 10 Juni 2018. Untuk masuk ke Pondok Pesantren Qotrun Nada, calon santri akan dikenai masuk mencapai Rp 4,7 juta yang meliputi formulir pendaftaran sebesar Rp 200 ribu, administrasi pendaftaran Rp 2.050.000, dan administrasi perlengkapan Rp 2.450.000. Setiap bulannya santri dikenai SPP atau syahriyah Rp 500 ribu.

pendaftaran Pondok Pesantren Qotrun Nada pun cukup mudah, calon santri cukup memenuhi berkas-berkas seperti formulir, fotokopi SHUN, SHUS, ijazah terlegalisir, sertifikat NPSN asal, akta kelahiran, kartu keluarga (KK), surat keterangan sehat, serta mampu membaca dan menulis Arab. Nantinya calon santri juga diharuskan mengikuti tes masuk yang meliputi kemampuan baca Alquran, praktik ibadah dan hafalan doa-doa harian, kemampuan menulis Bahasa Indonesia dan 2 bahasa asing (Arab dan Inggris), serta psikotes.

Loading...