Berlokasi di Bandung, Biaya Kuliah STFI Mulai Rp 9 Jutaan

biaya, kuliah, stfi, tahun, akademik, 2018/2019, 2017/2018, bandung, sarjana, sekolah, tinggi, farmasi, indonesia, perpustakaan, rincian, gelombang, kelas, reguler, pagi, sore, konversi, pendaftaranAhli farmasi menuangkan cairan kimia medis

Di Bandung, terdapat Tinggi Farmasi Indonesia atau disingkat dengan STFI. Pada tahun 2017, STFI berhasil mendapatkan akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional (BAN PT).

Pada tahun akademik 2018/2019, dibuka penerimaan mahasiswa baru. Biaya kuliah di STFI dibagi berdasarkan beberapa , misalnya untuk reguler pagi dengan rincian SPP Rp 4.240.000, SKS Rp 3.230.000, praktikum Rp 1.980.000. Total biayanya sebesar Rp 9.450.000.

Selain kelas pagi, di STFI juga menyediakan kelas reguler sore dan kelas konversi. Komponen biayanya sama dengan kelas reguler pagi, hanya saja nominalnya berbeda. Untuk kelas reguler sore, total biaya kuliahnya Rp 10.150.000. Sementara, kelas konversi, totalnya sama dengan reguler pagi. Rincian biaya untuk masing-masing kelas belum termasuk DPP, PMB, dan sumbangan .

Jumlah biaya kuliah STFI Bandung tahun 2018/2019 tentu berbeda dengan yang berlaku di tahun 2017/2018. Berdasarkan situs resminya (stfi.ac.id), biaya kuliah di tahun 2017/2018, setiap kelas reguler, baik pagi maupun sore, dibagi dalam beberapa gelombang dan besaran biaya totalnya mulai dari Rp 14 jutaan.

Untuk tahun 2018, jadwal pendaftaran mahasiswa baru dimulai dari tanggal 23 Februari 2018 sampai 4 Agustus 2018. Jadwal tersebut terbagi dalam empat gelombang. Setelah mendaftar, setiap calon mahasiswa baru akan mengikuti ujian. Hasil pengumuman ujian akan diberitahukan pada tanggal tertentu di setiap gelombang.

Setiap tahunnya, STFI berusaha untuk menghasilkan sarjana farmasi yang siap dengan tuntutan kerja yang cukup berat. Hal itu diungkapkan oleh Syarif Hamdani, salah satu dosen tetap di STFI.

“Perguruan tinggi penyelenggara pendidikan farmasi saat ini dihadapkan pada tantangan untuk menghasilkan sarjana dengan kualitas baik dan terampil karena ini menyangkut kualitas kesehatan masyarakat pada akhirnya. Seorang sarjana farmasi di Indonesia memang mendapatkan tuntutan yang sangat berat karena secara kurikulum belum mengalami spesifikasi, sehingga masih merupakan kurikulum farmasi umum yang mencakup banyak keahlian, meliputi produksi obat, proses pemastian mutu obat, penemuan dan pengembangan obat, distribusi, pelayanan kesehatan, sampai penjualan ke konsumen, dan lain yang berkaitan di dalamnya,” tutur Syarif.

Menurutnya, luas cakupan bidang farmasi mendorong pola pembelajaran yang komprehensif namun mendalam. “Sebagai konsekuensi, dinamika terhadap tantangan yang harus dihadapi, baik dalam skala lokal, nasional, maupun internasional, peningkatan keterampilan dan profesionalitas, bertumpu pada dunia pendidikan,” kata Syarif.

Untuk menunjang kegiatan belajar, STFI menyediakan berbagai bagi mahasiswanya. yang disediakan antara lain kimia, farmaseutikal, instrumen, farmakologi dan mikrobiologi, hotspot area, musala, dan lainnya. Mahasiswa juga bisa memanfaatkan perpustakaan yang berada di gedung 1 lantai 2 untuk mencari referensi/buku.

Loading...