Berlaku Sebagai Wadah Pinjaman Online, Investree Rencanakan Ekspansi Ke Thailand

pinjaman, investree, wadah, online, borrower, lender, marketplace, perusahaan, teknologi, peer-to-peer, lending, P2L, ekspansi, thailand, pasar, karakteristik, penting, regulator, lokal, hubungan, produkInvestree akan merambah pasar luar negeri (sumber: id.techinasia.com)

Investree menawarkan cara baru dalam hal pinjaman. Hal ini bisa diibaratkan ketika seseorang membutuhkan bantuan berupa dari Anda, tetapi ia segan meminjam kepada Anda. Lalu, ia akhirnya memutuskan meminjam dari bank dengan berbagai persyaratan. Di sisi lain, Anda memiliki berlebih, tetapi enggan meminjamkan karena alasan tertentu. Peran Investree di sini adalah sebagai perantara/penyedia tempat praktik pinjam-meminjam melalui suatu wadah bernama marketplace.

Investree bisa juga disebut dengan peer-to-peer marketplace, yang merupakan suatu wadah yang mempertemukan banyak orang yang membutuhkan pinjaman dengan banyak orang lainnya yang bersedia memberikan pinjaman.

Baik borrower (peminjam) dan lender (pemberi pinjaman) akan dijamin oleh Investree. Pihak Investree akan membantu mengamankan hubungan keduanya sehingga dapat saling menikmati keuntungan.

Akhir Juli 2018, layanan peminjaman peer-to-peer (P2P lending) itu akan memperluas layanannya () ke yang direncanakan terjadi pada akhir Desember 2018.

Menurut Adrian Gunadi, Co-Founder sekaligus CEO Investree, ekspansi berfungsi sebagai kunci utama agar sukses menjaring . Sebab, meskipun perusahaan memiliki rencana matang, tapi eksekusinya tidak tepat, maka hasilnya juga tidak akan sesuai. Kegagalan pencapaian inilah yang membuat startup tidak akan dilirik investor.

Investree merencanakan akan melakukan ekspansi setelah mendapatkan suntikan dana seri B dari enam investor lokal dan internasional. Keenam investor itu antara lain SBI Holdings, Mandiri Capital Indonesia, Persada Capital, Endeavor Catalyst, dan 9F Fintech Holdings Group, dan Kejora Venture. Jumlah investor ini meningkat dari pendanaan seri A pada tahun 2016, yang saat itu hanya ada satu investor.

“Kami bersyukur dengan adanya dukungan para investor yang memiliki kredibilitas dan membangun ekonomi digital yang mampu meningkatkan Inklusi di Indonesia dan ,” ujar Adrian.

Mengapa memilih Thailand? Adrian mengatakan bahwa pihaknya memilih pasar di Thailand karena memiliki karakteristik serupa dengan Indonesia. Dalam rencana ekspansinya, ia akan membawa produk andalannya seperti invoice financing.

“Dengan model demografi mirip dengan Indonesia jumlah UMKM masih banyak yang belum dilayani sektor perbankan. Potensi invoice financing produk kami yang menarik ini bisa digunakan di Thailand karena bersifat global,” ujar Adrian.

Adrian akan bekerja sama dengan partner lokal. Menurutnya, pasar lokal memiliki pemahaman mendalam tentang karakteristik pasar di Thailand serta hubungan dengan regulator. “Dari pengalaman kita mulai di Indonesia, dua hal itu sangat penting. Hubungan dengan regulator dan pemahaman terkait pasar dan risiko-risiko pasar tersebut,” tambahnya.

Berdasarkan pengalaman Investree ketika membangun perusahaan di Indonesia, pemahaman pasar dan hubungan dengan regulator merupakan faktor krusial. “Dari pengalaman kita mulai di Indonesia, dua hal itu penting. Hubungan dengan regulator dan pemahaman terkait pasar dan risiko-risiko pasar tersebut,” ujar Andrian.

Loading...