Berlaku per 19 Oktober 2016, Berikut Tarif Baru Perpanjangan UWTO di Batam

Per tanggal 19 Oktober 2016 kemarin, Badan Pengusahaan (BP) Batam memberlakukan tarif baru untuk UWTO (Uang Wajib Tahunan Otorita) melalui Peraturan Kepala BP Batam Nomor 19 tahun 2016. Secara keseluruhan, tarif termahal ada di Batam Center dan Nagoya, sedangkan tarif termurah ada di Seibeduk.

“Penyesuaian tarif ini telah mempertimbangkan sejumlah aspek, yakni keadilan dan kepatuhan, daya beli , instrumen pengendalian arah , serta kontinuitas Batam,” jelas Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro. “Tarif UWTO baru memprioritaskan mengenai arah pembangunan sehingga bisa mendorong pemukiman ke arah selatan dan mengetahui sektor berteknologi tinggi yang berinvestasi di Batam.”

Sesuai definisinya, UWTO merupakan uang sewa yang harus dibayar oleh pemohon tanah kepada Otorita Batam (kini BP Batam). Dana yang diterima BP Batam selanjutnya akan digunakan untuk pembangunan dan publik di pulau tersebut. Penerapan tarif UWTO ini sendiri hanya berlaku di Batam.

Tarif UWTO juga memiliki masa jatuh tempo. Jadi, dua tahun sebelum masa jatuh tempo, pemilik lahan atau bangunan sebaiknya melakukan pengajuan permohonan perpanjangan UWTO. Pembayaran UWTO biasanya dilakukan sekaligus untuk registrasi ulang, misalnya lahan yang sudah pindah tangan pemilik atau pindah alamat.

Untuk perpanjangan sewa lahan bagi rumah susun sederhana, tarifnya sekarang Rp15.100 per m2, sedangkan untuk perumahan sederhana dengan luas tanah di bawah 72 meter persegi, memiliki tarif termurah Rp41.100 per m2 dan termahal Rp89.800 per m2. Tarif yang sama juga berlaku untuk perumahan kelas menengah ke bawah.

Sementara, untuk apartemen premium, tarif termurah adalah Rp116.700 per m2, dan tarif termahal adalah Rp290.900 per m2. Adapun untuk komersial seperti toko, ruko, atau mini toserba, tarif termurah adalah Rp116.700 per m2, sedangkan tarif termahal adalah Rp333.000 per m2.

Untuk kategori industri, dibagi menjadi dua, yaitu industri berteknologi tinggi dan industri berteknologi rendah. Industri teknologi tinggi, tarif UWTO termurah ada di angka Rp95.500 per m2, sedangkan tarif termahal Rp124.300 per m2. Sementara, industri teknologi rendah, tarif terendah adalah Rp175.050 per m2, dan tarif termahal ada di angka Rp251.250 per m2.

Khusus untuk tempat ibadah dan sosial, tarif termurah adalah Rp5.700 per m2 dan tarif termahal Rp15.900 per m2. Tarif yang sama diberlakukan untuk fasilitas pendidikan dan rumah sakit pemerintahan serta fasilitas olahraga umum. Terakhir, fasilitas pendidikan dan rumah sakit swasta dikenakan tarif Rp87.900 per m2.

Loading...