Senin Sore, Rupiah Menguat Didukung Keputusan Trump

Rupiah - economy.okezone.comRupiah - economy.okezone.com

JAKARTA – mampu mengamankan posisi di teritori hijau pada Senin (28/12) sore ketika aset berisiko sedang diminati menyusul keputusan , , yang menyetujui UU anggaran untuk tahun fiskal 2021. Menurut laporan Bloomberg Index pada pukul 14.59 WIB, Garuda berakhir menguat 45 poin atau 0,32% ke level Rp14.155 per AS.

Sementara itu, data yang diterbitkan pukul 10.00 WIB tadi menempatkan kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.184 per dolar AS, terapresiasi 0,69% dari transaksi sebelumnya di level Rp14.282 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia bergerak variatif terhadap greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,53% dialami won Korea Selatan dan pelemahan terdalam sebesar 0,3% menghampiri baht Thailand.

Dikutip dari CNBC Indonesia, aset berisiko mendapatkan momentum setelah Donald Trump akhirnya menyetujui UU anggaran negara tahun fiskal 2021 yang bernilai 2,3 triliun dolar AS. Dihadapkan pada risiko shutdown, Trump, yang sebelumnya menilai stimulus fiskal untuk mengatasi pandemi virus corona terlalu sedikit, akhirnya luluh. “Kabar baik tentang Covid Relief Bill. Informasi untuk diikuti!” tulis Trump dalam akun Twitter-nya.

Keputusan Trump ini membuat laju indeks dolar AS sebagai aset aman relatif tersendat. Pada pukul 15.02 WIB, mata uang Paman Sam terpantau melemah 0154 poin atau 0,17% ke level 90,069. Depresiasi greenback lantas membawa berkah bagi emas karena keduanya punya korelasi yang negatif. Emas batangan 1 gram produksi PT Aneka Tambang () terpantau bergerak naik 0,41% menuju Rp977.000 per batang.

Di belahan Eropa, kesepakatan minggu lalu melegakan investor. Inggris dikabarkan akan meninggalkan tunggal Uni Eropa dalam lima hari ke depan. Bahkan, kedua kubu telah merilis seluruh naskah kesepakatan perdagangan pasca-Brexit. Namun, Brussels belum membuat keputusan apakah akan memberi Inggris akses ke keuangan blok tersebut atau tidak.

Loading...