Berkat Sentimen Global, Rupiah Ditutup Menguat Rp 13.074 Per Dolar AS

Jakarta – Sepanjang hari ini Garuda masih berjaya atas . Sore ini, Kamis (22/9) menguat 63 poin atau 0,48 persen ke Rp 13.074 per usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.048 hingga Rp 13.108 per .

Menurut data Bloomberg Index, rupiah menguat 0,2 persen dibandingkan pada posisi penutupan kemarin, yakni Rp 13.137 per dolar AS. Indeks yang mengukur dolar AS melaporkan bahwa kekuatan dolar AS turun 0,1% yang merupakan perolehan terburuk the greenback dalam 4 tahun terakhir.

Pelemahan indeks dolar terjadi setelah memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya. Bank Sentral AS mengungkapkan jika mereka butuh banyak waktu untuk melihat perkembangan ekonomi Amerika.

“Market melihat, The Fed tidak bisa terburu-buru untuk menaikkan suku bunga AS, sehingga yield AS terpangkas,” ujar Tohro Sasaki, head of Japan Markets Research JPMorgan Chase di Tokyo.

Terutama menjelang pemilihan umum AS yang baru juga akan membuat pergerakan dolar makin terhimpit oleh rival-rivalnya di spot exchange. “Faktor ini juga yang menyebabkan posisi dolar melemah terhadap yen,” imbuhnya.

Dari faktor domestik, euforia perolehan uang tebusan dan harapan terkait penurunan BI RR rate juga menjaga penguatan rupiah. “Finalisasi APBN 2017 masih ditunggu sementara sentimen negatif dari rencana pelebaran defisit APBN-P 2016 masih tertutupi,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta.

Loading...