Berkat Pernyataan Trump, Harga Perak Naik ke Level USD 18,51/Ounce

Harga perak naik

Jakarta – Pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait nilai tukar yang dianggap terlalu kuat telah mengakibatkan melonjak hingga saat ini. Harga untuk pengiriman Juni naik USD 10,4 atau 0,8 persen di level USD 1.288,5 per ounce yang merupakan kenaikan tertinggi sejak 4 November 2016 lalu.

Sedangkan harga perak naik 21 sen atau 1,2 persen di posisi USD 18,51 per ounce. Secara mingguan harga perak naik sebesar 2 persen. Akibat pernyataan Donald Trump sejak Rabu lalu, the greenback langsung tak berdaya terhadap sejumlah lain.

“Emas di level yang tinggi karena tensi geopolitik, termasuk antara AS, Rusia, dan Korea Utara. Tapi, apa yang benar-benar dibutuhkan oleh emas untuk tetap reli adalah beberapa pengendali moneter fundamental,” kata Editor Gold Newsletter, Brian Lundin.

Sejak awal tahun 2017 harga perak memang terus mengalami kenaikan. Meskipun sempat anjlok, tren penguatan harga perak diprediksi akan tetap bertahan hingga akhir semester I 2017. “Saya pikir ke depan prospek perak sampai jangka menengah masih cukup bagus,” kata Andri Hardianto, analis PT Asia Tradepoin Futures.

Pamor perak hingga kini didukung oleh kondisi ketidakpastian ekonomi yang membuat para berbondong-bondong memiliki aset kepemilikan safe haven. Selain itu yield AS yang terus menurun dan gagalnya rencana pengajuan rancangan UU Kesehatan Trump beberapa waktu lalu membuat rencana investasi para pelaku pasar pun berubah.

“Selama UU reformasi pajak belum diajukan maka perak masih diuntungkan dengan kondisi ketidakpastian,” jelas Andri. Secara fundamental, perak juga didukung perkembangan industri di sejumlah negara seperti China, Eropa, dan Amerika Serikat. Hingga akhir semester I perak diprediksi stabil bergerak pada kisaran USD 18 per ounce.

Loading...