Beri Kejutan, Rupiah Rebound di Senin Sore

Rupiah rebound di senin soreRupiah rebound di senin sore - www.merdeka.com

Di luar prediksi, rupiah ternyata mampu bangkit ke teritori hijau pada Senin (11/3) sore, meski greenback juga masih bergerak lebih di tengah kekhawatiran mengenai perlambatan . Menurut Bloomberg Index pada pukul 15.57 WIB, Garuda menguat 23 poin atau 0,16% ke level Rp14.291 per AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.324 per dolar AS, melemah 101 poin atau 0,71% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.223 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia justru mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,25% menghampiri rupee India.

Dari global, indeks dolar AS sebenarnya masih bergerak lebih tinggi pada hari Senin, melayang mendekati level tertinggi tiga bulan, ketika berlindung di balik aset safe haven karena kekhawatiran mengenai pertumbuhan ekonomi global. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,096 poin atau 0,1% ke posisi 97,402 pada pukul 12.28 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, data pada hari Jumat (8/3) waktu setempat menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja AS hampir terhenti di bulan Februari 2019, dengan ekonomi teratas dunia hanya menciptakan 20.000 pekerjaan baru. Tetapi, investor menemukan beberapa harapan dalam angka-angka yang menunjukkan pengangguran turun di bawah 4% serta upah per jam meningkat sebesar 0,4%.

Di belahan dunia yang lain, pound sterling melemah 0,4% menjadi 1,2968 terhadap greenback setelah sempat merosot ke level terendah tiga pekan menyusul ketidakpastian mengenai Brexit. Pound sterling berada di bawah tekanan baru setelah Menteri Luar Negeri Inggris, Jeremy Hunt, mengatakan bahwa Brexit dapat berbalik jika anggota parlemen menolak kesepakatan yang diajukan Perdana Menteri Theresa May.

“Para memangkas kepemilikan pound sterling karena ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of England berkurang, membuat mata uang ini semakin sensitif terhadap peristiwa-peristiwa jangka pendek, seperti pemilihan parlemen,” tutur kepala strategi mata uang di Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto. “Saat ini, data inflasi Inggris tidak sekuat sebelumnya, sedangkan ekspektasi kenaikan suku bunga memudar.”

Loading...