Berhasil Rebound, Penguatan Rupiah Ditaksir Tak Bertahan Lama

Jakarta – Mata uang Garuda berhasil rebound pagi ini dengan menanjak 62 poin di pembukaan perdagangan. Sejalan dengan pergerakan mata uang Asia lainnya yang juga , hinggap di zona hijau pada level Rp 13.830/USD setelah 0,45% di perdagangan pagi (6/1).

Laju yang melandai dibarengi dengan penurunan BBM menjadi senjata Rupiah untuk membalikkan keadaan pagi ini.

“Fase normalisasi yang berlanjut serta pengaruh inflasi rendah memaksa inflasi terus ke 3,35%. Harga minyak Brent dan harga premium yang segera mendorong ekspektasi inflasi yang lebih rendah,” ujar ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta, dalam hasil risetnya, pagi ini (6/1).

Sedang sendiri diketahui turun dari rencana awal. Semula, Harga premium untuk area JAMALI (Jawa, Madura, Bali) direncanakan turun dari Rp 7.400/liter menjadi Rp 7.150 per liter. Namun pada penerapannya, Premium justru hanya dibanderol Rp 7.050/liter. Di luar area JAMALI, bensin ditetapkan dengan harga lebih rendah, yakni Rp 6.950 per liternya. Adapun untuk Solar, harganya turun dari Rp 6.700/liter menjadi Rp 5.650/liter.

Meski begitu, beberapa pihak meyakini bahwa penguatan Rupiah ini hanya bersifat jangka pendek. , Riset NH Korindo Securities menyampaikan, peluang Rupiah untuk melemah masih sangat dipengaruhi oleh pergerakan Yuan serta ketidakpastian Tiongkok.

“Akan tetapi, perkiraan kami tidak bertahan lama untuk harapan rupiah menguat,” katanya dalam keterangan risetnya.

Loading...