Berhasil Diekspor ke Amerika, Ini Harga Kayu Merbau per Batang

Harga, kayu, merbau, per, batang, batangan, kubik, jual, mahal, jati, jenis, papua, kalimantan, amerika, e-commerce,Kayu merbau (bahanpengawet.com)

Kayu merupakan salah satu bahan bangunan yang kerap digunakan dalam konstruksi. Ada banyak jenis kayu yang penggunaannya disesuaikan dengan . Misalnya jenis kayu kruing yang biasanya digunakan untuk konstruksi bangunan, bak truk, hingga perkapalan atau perahu.

Kayu merbau memiliki kualitas yang bagus dan tahan terhadap serangga dan rayap, sehingga dapat dikatakan kekuatan kayu ini cukup bagus dan lebih awet. merbau sendiri banyak ditemukan di kawasan hutan hujan tropis dan kayu ini termasuk ke dalam jenis kayu kelas I dan II. Kayu ini seringkali ditemukan dan subur di Indonesia, terutama di kawasan Papua dan Kalimantan. Ciri-ciri dari jenis kayu merbau ini adalah memiliki warna kayu coklat agak kemerahan, sedangkan serat kayunya cukup bagus dan terputus-putus dengan pola yang bagus.

Selain dikenal sebagai kayu khas tropis, kayu merbau juga dikenal sebagai salah satu jenis kayu yang memiliki nilai jual cukup baik di pasaran. Pasalnya, kayu ini memang banyak dibutuhkan, terutama oleh industri-industri pengolahan kayu. Hal tersebut berdampak pada popularitas kayu merbau yang semakin naik dan memiliki nilai jual di pasaran.

Khusus untuk Pulau Jawa, pemanfaatan jenis kayu ini tergolong cukup banyak dibanding daerah lain. Tidak mengherankan, karena di Jawa kini memang telah banyak berdiri industri mebel dan industri pengolahan kayu. Oleh sebab itu, tentu banyak yang membutuhkan pasokan kayu pertukangan secara rutin setiap bulannya demi menjaga kelancaran proses produksi.

Kayu merbau berbagai ukuran saat ini seharga Rp9,3juta hingga Rp13,5 jutaan per kubik. Penjualan juga dilayani secara eceran atau per batang. Misalnya kayu merbau Kalimantan ukuran 3 x 30 x 4 m3 dijual seharga Rp340 ribuan, dan kayu merbau Papua ukuran 3 x 30 x 4 m3 dijual dengan sedikit lebih mahal Rp490 ribuan.

Meskipun banderol harganya mahal, permintaan terhadap kayu ini dapat dibilang lumayan banyak. Biasanya, kayu merbau digunakan sebagai untuk membuat berbagai macam mewah, salah satunya digunakan sebagai bahan baku untuk membuat lantai kayu parket. Dan tentunya, harga berbahan kayu ini tidak bisa dibilang murah sebab harga bahan bakunya sendiri sudah mahal.

Permintaan akan kayu merbau rupanya tidak hanya di dalam negeri saja, karena baru-baru ini berhasil dikirim ke Amerika melalui skema perdagangan e-commerce. Pengiriman kayu olahan dari kayu merbau itu secara perdana diujicoba oleh CV Indo Jati Utama, di Semarang, Jawa Tengah.

Pengiriman kayu olahan melalui e-commerce ternyata tak butuh waktu lama. Dari proses pemesanan hingga pembuatan kayu olahan dilakukan tidak lebih dari 10 hari. Pengiriman ke pasar luar negeri memanfaatkan sistem pemasaran berbasis online yang diluncurkan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI). Sistem itu bernama Indonesian Timber Exchange E-Commerce atau bursa kayu Indonesia online yang memanfaatkan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu Indonesia (SVLK).

Gunawan Budikentjana, Direktur CV Indo Jati Utama mengatakan, ekspor ke Amerika menggunakan e-commerce merupakan yang pertama kali sejak itu berdiri. Menurutnya, pasar Amerika selama ini dikenal susah ditembus. Namun melalui e-commerce, pasar kayu olahan bisa diterima di negeri Paman Sam.

“Pasar Amerika ini kan susah ditembus. Dengan e-commerce ternyata waktunya 1 minggu. Setelah itu datang berkenalan macam-macam, survei pabrik minta contoh, selama 10 hari order masuk,” kata Gunawan kepada Kompas.

Sebelum menggunakan e-commerce, Amerika Serikat dinilai memfilter produk kayu asal Indonesia. Kayu yang dikirim pun kayu Merbau yang dinilai tahan rayap dan air. Kayu itu secara khusus hanya tumbuh di wilayah Papua. Di Amerika, kayu Merbau digunakan untuk lantai, serta sebagian digunakan untuk pagar.

 

Loading...