Berguna Sebagai Obat Kutu untuk Kucing, Frontline Spray Dijual Mulai Harga Rp 130 Ribuan

Ilustrasi : Seekor kucing sedang membersihkan bulunya

Memiliki binatang peliharaan bagi sebagian orang bisa saja didasari karena faktor dan juga kecintaannya terhadap hewan-hewan tertentu seperti anjing, , atau sebagainya. Namun, memiliki binatang peliharaan juga membutuhkan komitmen yang tinggi, terutama untuk urusan dan kesejahteraan binatang peliharaan itu sendiri. Terlebih karena binatang seperti kucing dan anjing pun membutuhkan perawatan dan makan yang cukup besar tiap bulannya.

Pada kucing misalnya, asupan makanan yang diberikan tidak boleh asal-asalan agar tidak berdampak buruk pada kesehatan hingga menyebabkan kematian. Kemudian kucing pun perlu diberi vaksin rutin yang biasanya berkisar Rp 250 ribuan untuk paket lengkap satu kucing setiap tahun. Selain itu, obat cacing dan obat kutu juga harus rutin diberikan selama 3 bulan sekali. Jika ditotal, jumlah pengeluaran untuk memelihara sekaligus merawat kucing memang tidak sedikit.

Sebagai informasi, salah satu obat kutu yang kerap digunakan untuk kucing adalah merek Frontline Spray. Sesuai namanya, obat kutu satu ini adalah obat semprot yang sudah dilengkapi botol kecil berisi 100 ml, lengkap dengan sprayernya agar lebih mudah ketika diaplikasikan. Frontline Spray untuk kucing biasanya mulai Rp 130 ribu hingga Rp 190 ribuan di pasaran.

Cara pakai Frontline Spray cukup dengan disemprotkan ke seluruh tubuh kucing (perut, punggung, ekor, dan kaki) dengan jarak sekitar 10-20 cm. Lalu gosokkan area semprotan supaya obat ini menyebar rata dan menyerap ke kulit. Biarkan Frontline kering dengan sendirinya. Hindari penggunaan handuk atau hairdryer. Sementara itu, untuk area leher dan kepala, gosok dengan tangan (menggunakan sarung tangan) yang telah disemprotkan Frontline. Sementara itu, dosis penggunaan Frontline Spray untuk kucing bulu pendek sekitar 3 ml, dan untuk bulu panjang sekitar 6 ml.

“Menurut saya, sih, (biaya memelihara kucing) itu mahal,” kata Yasmina Anindyajati, salah satu pecinta kucing asal Bandung, seperti dilansir CNNIndonesia. Yasmin menjelaskan bahwa memelihara kucing memang bukan hal yang mudah dan murah, karena dibutuhkan dan komitmen khusus untuk merawat kucing tersebut. “Kalau cuma sekadar lucu, nanti kalau kucing sakit terus buang, kucingnya udah tua terus buang, dikit-dikit buang,” tuturnya.

Loading...