Bergerak Sempit, Rupiah Ditutup Melemah Tipis di Akhir Juli

rupiah melemah

Setelah berkutat di rentang yang relatif sempit, rupiah harus memungkasi akhir Juli (31/7) ini di zona merah ketika cenderung bergerak defensif. Menurut catatan Index pukul 15.59 WIB, Garuda menutup dengan pelemahan super tipis sebesar 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.325 per dolar AS.

Rupiah mengawali sesi dagang hari ini dengan melemah 3 poin atau 0,02% di posisi Rp13.327 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali terdepresiasi super tipis, 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.325 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.54 WIB, spot kembali turun tipis di level yang sama sebelum akhirnya ditutup di zona merah.

Dari , indeks dolar AS tampaknya berhasil bertahan di zona hijau di tengah ketidakpastian kondisi politik Paman Sam serta meningkatnya keraguan mengenai kenaikan The Fed. Setelah dibuka dengan kenaikan tipis 0,117 poin atau 0,08% di level 93,436, mata uang greenback kembali naik 0,177 poin atau 0,19% ke posisi 93,436 pada pukul 10.18 WIB.

Ketidakpastian politik AS yang lebih dalam diperkirakan akan membuat greenback tetap bergerak defensif, setelah Presiden Donald Trump mengganti Kepala Staf Gedung Putih, Reince Priebus, dengan Jenderal John Kelly. Di lain sisi, biaya tenaga kerja AS yang meningkat lebih kecil dari yang diprediksi pada kuartal kedua, menambah kekhawatiran bahwa akan tetap rendah.

“Penggantian Priebus bisa menjadi titik balik bagi pemerintahan Trump. Risiko Trump sekarang bisa mulai berdampak pada bursa saham AS, yang telah berjalan dengan baik sampai sekarang, dan pada gilirannya membebani dolar,” ujar pakar strategi valas di IG Securities, Junichi Ishikawa. “Sementara, ketidakpastian mudah meningkat tentang kemampuan The Fed dalam menaikkan suku bunga acuannya pada tahun depan jika inflasi tetap rendah.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok kurs tengah berada di level Rp13.323 per dolar AS, menguat 3 poin atau 0,02% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.326 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang perkasa versus greenback, dengan kenaikan tertinggi dialami baht Thailand sebesar 0,19% dan renminbi China sebesar 0,14%.

Loading...