Bergerak Mixed, Rupiah Akhirnya Ditutup Melemah 6 Poin

Setelah bergerak mixed, ternyata harus mengakhiri Selasa (16/1) ini di zona merah meski indeks sebenarnya belum bisa lepas sepenuhnya dari tren negatif. Menurut paparan Index pukul 15.59 WIB, mata uang NKRI menyelesaikan transaksi hari ini dengan pelemahan tipis sebesar 6 poin atau 0,05% ke level Rp13.338 per AS.

Sebelumnya, rupiah berakhir menguat 21 poin atau 0,16% di posisi Rp13.332 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (15/1) kemarin. Pagi tadi, mata uang Garuda tidak beranjak dari level Rp13.332 per dolar AS ketika membuka . Sepanjang transaksi hari, spot bergerak sebelum akhirnya menutup pasar di teritori negatif.

Dari pasar , indeks dolar AS sebenarnya belum mampu lepas dari tren negatif setelah libur Martin Luther King Day, imbas penguatan yang dialami euro. Mata uang Paman Sam tersebut terpantau melemah 0,473 poin atau 0,52% ke level 90,501 terhadap sekeranjang mata uang utama pada pukul 11.12 WIB, sedangkan mata uang Benua Biru tetap stabil pada posisi 1,2261 dolar AS.

“Apresiasi yang dialami euro terhadap dolar AS akhir-akhir ini sebenarnya agak mengejutkan banyak orang, terutama ketika data dan harapan untuk normalisasi kebijakan masih cukup kuat,” ulas analis ANZ dalam sebuah catatan penelitian mereka, seperti dikutip dari Financial Times. “Alasan untuk depresiasi euro agaknya juga telah memudar.”

Mata uang greenback akhir-akhir ini memang berada di bawah tekanan yang tinggi karena tanda-tanda penguatan pertumbuhan global telah memicu bahwa bank sentral di luar AS dapat mulai menghapus akomodasi kebijakan mereka. Selain itu, pelemahan yang dialami mata uang tersebut juga disebabkan perkembangan politik di zona Eropa yang mendukung kurs euro.

“Tekanan yang dialami greenback semakin tinggi akibat kejadian di luar AS,” ujar tim strategi mata uang di Morgan Stanley. “Di Jerman, kesepakatan negosiasi formal antara partai CDU (Angela Merkel) dan SPD mungkin telah memperbaiki prospek persatuan mata uang tunggal, sedangkan komentar hawkish dari ECB telah membuat euro terdorong naik ke level tertinggi terhadap greenback.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.333 per dolar AS, terdepresiasi tipis 3 poin atau 0,02% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.330 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia bergerak mixed versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,09% dialami renminbi China, sedangkan pelemahan terdalam sebesar 0,36% menghampiri yen Jepang.

Loading...