Berfungsi Sebagai Pelindung Panas & Hujan, Harga Kanopi Rooftop Per Meter Bervariasi

harga, kanopi, rooftop, per, meter, bahan, material, baja, ringan, galvalum, carport, garasi, rumah, bangunan, perkantoran, terminal, status, penumpang, sopir, angkot, gresik, bunder, bus, polycarbonateAtap kanopi baja ringan & galvalum (sumber: dekoruma.com)

Kanopi merupakan salah satu bagian dari dekorasi atau lain. Kanopi memiliki fungsi untuk melindungi bagian atau bangunan lainnya dari hujan atau sinar matahari. Sekarang, kanopi pun tak hanya diaplikasikan di bagian teras, namun juga dipakai di area lain, seperti balkon, garasi , bahkan perkantoran.

Material dari kanopi bermacam-macam, bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Ada yang memakai rangka dari baja ringan atau galvalum. Kanopi dengan tersebut dinilai memiliki kelebihan, antara lain awet dan tahan lama, murah dan cepat, lebih stabil dan relatif aman, mendukung banyak genteng, banyak pilihan kuda-kuda dan material, dan lainnya.

Selain material galvalum, ada pula polycarbonate. Material tersebut biasa digunakan sebagai carport atau garasi. Untuk harga kanopi rooftop bisa bervariasi. Sebagai kisaran, ada yang menjualnya dengan harga Rp 275 ribu hingga Rp 400 ribu per meter. Harga tersebut bisa saja berbeda di setiap penjual.

Tidak hanya dipasang di rumah, bangunan kantor, kanopi juga bisa dipasang di terminal. Sayangnya, tidak semua terminal memasang kanopi. Seperti di Terminal Bunder Gresik. Banyak penumpang dan sopir angkutan kota yang mengeluhkan kondisi terminal yang panas karena tidak ada tempat berteduh.

Keinginan penumpang dan sopir itu ketika para penumpang yang setiap hari naik angkot merasakan kepanasan dan kehujanan ketika harus pindah angkot saat di Terminal Bunder. “Alangkah bagusnya kalau ada bangunan kanopi untuk berteduh, biar tidak panas kepanasan dan saat hujan kehujanan,” kata Alisa Maslichah, penumpang angkot yang akan pindah ke terminal bagian bus.

Selain itu, fungsi kanopi tersebut bisa digunakan untuk antrean angkot agar terlihat rapi. Dan tidak parkir sembarangan di dalam dan luar terminal. Akibat tidak ada bangunan kanopi, angkutan umum sering parkir di bawah pohon dan parkir di depan terminal.

Para sopir angkot sendiri juga menginginkan adanya bangunan kanopi di tengah-tengah terminal umum khusus angkot. “Bagus kalau ada bangunan kanopi di tengah sana. Bisa untuk berteduh penumpang dan angkot,” kata Sameli, sopir angkot yang setiap hari mangkal di Terminal Bunder.

Selama ini, para sopir memilih memarkirkan mobilnya di bawah pohon yang rindang. Sebab, tidak ada tempat berteduh lainnya. “Tempat itu yang nyaman. Tapi tetap kepanasan,” kata Mujiono, sopir angkot warga Desa Cerme Lor Kecamatan Cerme.

Bertahun-tahun, para penumpang dan sopir angkot di terminal angkutan pedesaan itu sering kepanasan dan kehujanan. “Ya seperti ini bertahun-tahun. Kepanasan dan kehujanan bingung cari tempat berteduh,” imbuh Mujiono.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik Nanang Setiawan mengatakan ingin membangun terminal angkutan umum dengan adanya kanopi. Namun, saat ini masih terbentur dengan status terminal yang akan dikelola oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur. “Status terminal masih pro dan kontra pengelolaannya. Sebab Pemerintah Provinsi menginginkan untuk mengelola terminal bus beserta terminal angkot,” kata Nanang.

Loading...