Berbentuk Lembaran Kayu, Harga Triplek 18 mm Bervariasi Tergantung Jenis & Ketebalan

harga, triplek, plywood, bahan, bangunan, gedung, kantor, furnitur, bisnis, Albania, bahan, yang, digunakan, ketebalan, 3mm, 18mm, Meranti, Rp 167.500, Rp 225.000, teakwood, alumunium, sengon, sama, berbeda, jenis, bervariasi, lembaran, kayuTriplek berbagai ukuran ketebalan (bukalapak.com)

Triplek merupakan salah satu yang memegang peranan penting dalam setiap proses pembangunan gedung atau , dan bangunan lain. Triplek atau merupakan lembaran kayu yang terbilang tipis dan pembuatannya biasanya diperlukan mesin khusus tertentu.

Di , banyak tersedia jenis triplek, mulai dari ukuran tebal 4mm, 12mm, 18mm, dan masih banyak ukuran lainnya. Sedangkan, untuk modelnya, di antaranya triplek teakwood, alumunium, sengon, dan masih banyak jenis lainnya.

Harga triplek bervariasi, tergantung ketebalan dan bahan yang digunakan. Misalnya untuk triplek Albania (122x244cm) dengan ketebalan 18mm harganya sekitar Rp 167.500. Triplek Sengon dengan ketebalan sama, yaitu 18mm, harganya sama dengan triplek Albania. Harga berbeda ditunjukkan triplek Meranti, dengan ketebalan yang sama, harganya sekitar Rp 225.000. Dan, masih banyak lagi harga dan jenis triplek lainnya.

Tidak hanya digunakan sebagai bahan dalam mendirikan bangunan, triplek juga dijadikan sebagai bahan pembuatan furnitur, terutama untuk rumah dan . Triplek kerap dipilih karena stok kayu padat atau kayu solid semakin sedikit dengan harga yang cukup .

Menurut Chandra Gunawan, pemilik Toko Mega Jaya Triplek, mengatakan bahwa usaha toko triplek sebenarnya bukan merupakan fenomena baru. “Dulu saya jadi sales toko triplek sebelum membuka toko sendiri,” ujarnya.

Ia menuturkan, persaingan dalam usaha penjualan triplek terasa sangat kencang. Hal itu ditunjukkan oleh hampir sebagian daerah terdapat toko triplek. Selain menjaga kualitas, strategi yang dijalankan oleh Chandra adalah menawarkan dengan harga miring.

Ia mengatakan, dirinya menjual triplek dengan kisaran ketebalan mulai 3mm hingga 18mm. Harganya juga beragam, yaitu Rp 40.000 hingga Rp 205.000 per lembar. Dalam setiap bulan, Chandra bisa menjual sekitar 600 lembar triplek. Laba bersih dari penjualan triplek, sekitar 5% hingga 10%.

Apabila Anda tertarik untuk menekuni bisnis menjual triplek, ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan supaya tidak hanya merintis, tetapi juga mampu mempertahankan usaha penjualan triplek.

Pertama, modal. Besarnya modal ditentukan oleh skala usaha yang ingin dibangun. Berdasarkan pengalaman Chandra, ia mengeluarkan modal awalnya tidak terlalu besar, karena dikeluarkan secara bertahap. Awalnya, digunakan untuk membeli stok triplek, kemudian menyewa lahan untuk gudang, hingga akhirnya bisa membeli lahan seluas 2.000 m2.

Modal bisa didapatkan dari hasil tabungan usaha atau meminjam dari lembaga keuangan, khususnya bank, apabila sanggup menanggung risiko. “Paling tidak dalam tiga , modal sudah balik,” tutur Chandra.

Selain itu, perlu juga diperhatikan mengenai gudang penyimpanan. “Tempatnya pun tak perlu yang terlalu luas, karena begitu barang masuk, akan keluar dalam sebulan,” tambahnya.

Dalam melayani pembeli, ia menerapkan sistem order minimal. Untuk pembeli triplek dengan jumlah banyak, ia memberlakukan sistem membayar panjar dahulu. “Kami tunggu sampai paling lama empat bulan untuk pembayaran. Setelah itu, kami takkan layani lagi kalau klien itu beli,” imbuhnya.

Loading...