Berbeda Dengan Prabayar, Pengguna Telkomsel Pascabayar Tak Wajib Registrasi Ulang

Registrasi, pascabayar, Telkomsel, prabayar, wajib, pelanggan, pengguna, seluler, operator, cara, pendaftaran, daftar, SMS, 4444, ulang, kartu, KK, KTP, NIK, pelajar, nomor, kemenkominfo, komunikasi, blokir, lama, baru, online, situs, resmi, call, center, geraiRegistrasi kartu telepon seluler (sumber: detik.in)

Pelanggan seluler, seperti Indosat, XL Axiata, Telkomsel, Hutchison Tri Indonesia (Tri) serta Smartfren wajib melakukan kartu SIM dengan nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK). Hal ini berlaku bagi pengguna baru dan pengguna lama (existing). Bagi pelanggan kartu SIM mungkin bertanya-tanya, apakah mereka wajib melakukan ulang atau tidak? Jawabannya adalah tidak wajib.

Seperti disampaikan oleh Plt Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Noor Iza. “Pelanggan pascabayar tidak wajib melakukan registrasi (dengan NIK KTP dan nomor KK) karena masing-masing operator seluler sudah melakukan pendataan kepada pelanggan pascabayar secara teliti,” ujar Noor Iza kepada Tekno Liputan6.com.

Hal ini juga dipertegas oleh Dirjen Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Zudan Arif Fakhrulloh, kewajiban registrasi menggunakan NIK dan nomor KK hanya berlaku untuk pelanggan kartu prabayar. “Tidak perlu lagi ulang, karena sekarang yang jadi prioritas adalah prabayar. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pun belum meminta data ke Dukcapil untuk persoalan data pengguna kartu pascabayar itu,” jelasnya.

Pengguna kartu pascabayar sendiri sebenarnya telah diminta untuk mengisi berbagai data pribadinya saat pertama kali mendaftar. Beberapa data pribadi yang mesti disertakan saat registrasi kartu pascabayar adalah nomor Kartu Tanda (KTP) serta alamat pengguna.

Sebelumnya, Kemenkominfo telah mengumumkan bahwa pengguna kartu prabayar existing dan baru harus mendaftarkan nomor teleponnya menggunakan NIK dan nomor KK. tersebut bisa dilakukan melalui SMS ke 4444, online di situs resmi dan call center operator yang digunakan, atau dengan langsung mendatangi gerai.

Apabila pengguna existing tidak melakukan daftar ulang hingga melewati batas waktu yang telah ditetapkan, maka nomor teleponnya akan diblokir secara bertahap. Sementara itu, pengguna baru tidak akan bisa mengaktifkan nomor teleponnya jika belum mendaftarkan diri menggunakan NIK dan nomor KK.

Namun, bagaimana jika pengguna belum genap berusia 17 tahun dan belum mempunyai KTP? Diketahui, pemegang KTP di Indonesia harus berumur 17 tahun, sementara anak-anak kecil di bawah usia tersebut sudah banyak yang memiliki . Hal ini tak menjadi masalah. Pasalnya, NIK yang tertera pada KTP semestinya sama dengan NIK yang didapat sejak lahir dan tercantum pada KK.

“Sekarang bayi yang baru lahir pun langsung diberikan NIK, tapi dicantumkannya di KK. Nah, untuk yang belum punya E-KTP, bisa memakai NIK itu. Asal KK-nya ada,” kata Zudan. NIK pada KK tertera di samping kolom nama anggota keluarga. Nomor KK-nya sendiri tertulis dalam besar di bagian atas KK, persis di bawah tulisan ‘Kartu Keluarga’. Pengguna bisa memakai data dari KK saja untuk registrasi kartu SIM prabayar baru maupun lama.

Loading...