Berbeda Dengan Listrik Rumah Tangga, Berikut Perhitungan Biaya Listrik Industri

Perhitungan, biaya, listrik, industri, rumah tangga, cara, menghitung, tagihan, sebulan, bulanan, PLN, golongan, tarif, 3, phase, 1, volt, watt,Jaringan listrik tegangan tinggi

Seperti diketahui, listrik merupakan yang wajib dibayar setiap bulan. Ada beberapa komponen dalam menghitung rekening listrik seperti yang telah disebutkan dalam listrik bulanan, seperti biaya beban, biaya pemakaian, biaya kelebihan kVARh, sewa trafo, pajak jalan umum, dan bea materai.

tagihan listrik dalam sebulan untuk pemakaian listrik rumah tangga dan pemakaian berbeda. Untuk dapat menghitung biaya pemakaian listrik , ada beberapa hal yang perlu kita ketahui terlebih dahulu, antara lain total kebutuhan daya listrik (kWh) untuk menentukan besar daya terpasang, daya terpasang (KVA), lama pemakaian listrik (jam) pada Waktu Beban Puncak (WBP), lama pemakaian listrik (jam) Luar Waktu Beban Puncak (LWBP), faktor perbandingan WBP dengan LWBP, KWH meter, faktor perkalian CT pada kWh meter, faktor daya (Cosphi), dan total daya reaktif (KVArh).

Misalnya, pada suatu industri yang menggunakan listrik dari untuk kebutuhan berbagai peralatan listriknya, adapun listrik yang digunakan adalah listrik 3 phase dengan tegangan 380Volt / 220Volt, dengan rincian kebutuhan daya berbagai peralatan listrik yang digunakan total sebesar 200KW.

Dari perhitungan total daya berbagai peralatan listrik yang digunakan industri tersebut, dapat dijadikan sebagai acuan untuk menentukan daya terpasang dari PLN. Karena total kebutuhan daya pada industri tersebut adalah sebesar 200kWh, maka daya yang terpasang pada Industri tersebut termasuk dalam golongan I3/TM (daya di atas 200KVA), dengan menggunakan sebuah trafo dengan daya 250KVA.

Total Biaya Pemakaian Listrik untuk Industri Golongan Tarif I3 tersebut adalah sebagai berikut:

  • Biaya Beban = Rp 0 (Biaya beban dikenakan jika Lama pemakaian kurang dari 40 Jam/bulan)
  • Total Biaya WBP + LWBP
    Biaya Pemakaian Waktu Beban Puncak (WBP):
    K x KWH x Rp1.035,78
    1,4 x 13.500kwh x Rp.1.035,78 = Rp.19.576.242
  • Biaya Pemakaian Luar Waktu Beban Puncak (LWBP): Kwh x Rp1.035,78
    40.500kwh x Rp1.035,78 = Rp41.949.090
  • Total Biaya Pemakaian Listrik: Rp19.576.242 + Rp41.949.090 = Rp61.525.332
  • Biaya pemakaian Daya Reaktif (KVArh) = Rp 0 (Dikenakan biaya KVArh jika faktor daya di bawah 0,85).
  • Biaya Pajak Penerangan Jalan (PPJ): 3% x Rp61.525.332 = Rp1.845.759,96
  • Biaya Meterai: Rp6.000.

Total biaya keseluruhan yang harus dibayar oleh industri tersebut, adalah Rp63.377.091,96. Berbeda dengan kWh Meter yang biasa digunakan untuk instalasi listrik rumah tangga, kWh meter 3 phase dengan daya yang cukup besar biasanya harus menggunakan faktor perkalian dari CT yang terpasang.

“Adapun golongan tarif industri yang mendapatkan subsidi adalah I1 dan I2. Sedangkan I3 dan I4 tidak mendapatkan subsidi,” demikian rilis PLN.

Loading...