Berapa Perhitungan Denda Apabila Telat Bayar Iuran BPJS Kelas 3?

Bayar BPJS Kesehatan - www.jejamo.comBayar BPJS Kesehatan - www.jejamo.com

Meski sudah ada sederet kemudahan dalam iuran Kesehatan, beberapa kalangan masyarakat mungkin masih ada yang terlupa atau berhalangan untuk membayar iuran tepat pada waktunya. Kesehatan sendiri terbagi menjadi 3 kelompok, mulai dari kelas I dengan iuran Rp 81 ribu per bulan, kelas II Rp 51 ribu per bulan, dan kelas III Rp 25.500 per bulan. Lalu berapa kira-kira yang dikenakan apabila telat bayar kelas 3?

Sebelumnya memang pihak BPJS mengenakan denda 2% bagi para peserta yang menunggak. Tetapi sejak 2016 lalu peraturan tersebut telah dihapus. “Kebijakan pengenaan denda 2% bagi peserta menunggak telah dihapuskan sejak 1 Juli 2016. Kini, jika peserta terlambat membayar lebih dari 1 (satu) bulan sejak tanggal 10 jatuh tempo, maka status kepesertaannya dinon-aktifkan dan penjaminan kesehatannya akan dihentikan sementara,” demikian penjelasan dari Departemen Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Grup Komunikasi dan Hubungan Antar BPJS Kesehatan Pusat, seperti dilansir Liputan6.

Nah, apabila peserta BPJS telah membayar iuran bulan tertunggak (maksimal 12 bulan) dan membayar iuran bulan berjalan, maka status kepesertaannya akan diaktifkan kembali. Tak perlu khawatir, sebab membayar iuran yang tertunggak peserta nantinya tak akan dikenai denda.

Namun peserta akan dikenai denda apabila menggunakan kartu BPJS Kesehatan dalam tempo 45 hari sejak kartu BPJS Kesehatannya diaktifkan. “Jika dalam waktu ≤ 45 hari sejak status kepesertaannya aktif peserta tersebut menjalani rawat inap di rumah sakit, maka peserta tersebut wajib membayar denda sebesar 2,5% dari pelayanan, dikali bulan tertunggak (maksimal 12 bulan) atau maksimal Rp 30.000.000,” lanjutnya.

Sebagai contoh, apabila peserta BPJS Kesehatan kelas 3 menunggak 2 bulan, maka ia harus membayar Rp 25.500 x 2 bulan = Rp 51.000. Ia juga harus membayar iuran pada bulan berjalan, yakni sebesar Rp 25.500, jadi total iuran yang harus dibayar supaya status kepesertaan kembali aktif adalah Rp 76.500.

Namun lain cerita jika peserta yang menunggak itu dirawat di rumah sakit dan misalnya saja menjalani operasi jantung dengan biaya Rp 55.871.700 (sesuai tarif INA CBG’s). Karena dirawat inap dalam waktu ≤ 45 hari sejak kepesertaannya diaktifkan kembali, maka ia dikenai denda 2,5%. Jadi denda yang harus dibayarkan adalah 2,5% x 2 bulan (bulan tertunggak) x Rp 55.871.700 = Rp 2.793.585.

Loading...