Belum Dipastikan Kategori Premium atau Medium, Harga Beras Maknyus (Maknyuss) 25 Kg Sekitar Rp 300 Ribuan

harga, beras, maknyus, 25, kg, maknyuss, di, pasaran, putih, merah, perusahaan, medium, premium, jenis, rendah, kualitas, tingkat, data, statistik, kategori, konsumen, ukuranProduk beras Maknyuss (sumber: breakingnews.co.id)

Di , yang tersedia bermacam-macam. Ada beras merah, putih, beras India, dan lainnya. Mulai dari yang cukup terjangkau hingga masuk kategori premium. Beras dengan premium rata-rata ditujukan untuk konsumen dengan kemampuan di atas rata-rata juga.

Salah satu beras yang dinilai premium adalah Beras Maknyuss. Jika Anda ingin membeli dalam jumlah yang banyak, ada ukuran 25 kg. Harga yang dibanderol sekitar Rp 340 ribuan. Selain ukuran tersebut, ada pula ukuran lainnya.

Walaupun ada yang mengatakan bahwa beras Maknyuss itu tergolong premium, tetapi menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui apakah beras Maknyus tergolong premium atau bukan.

Oleh karena itu, pihaknya meminta Badan Pusat Statistik (BPS) menyajikan data perkembangan harga beras yang lebih lengkap. Caranya, dengan memberikan data harga berdasarkan jenis beras, yaitu berkualitas rendah, medium, dan premium.

Sebenarnya, BPS telah menyajikan data tersebut, namun masih terbatas pada beberapa tertentu. Lalu, ditentukan apakah itu merupakan cerminan beras medium atau premium. Padahal, menurut Darmin, ketika ada satu yang memiliki dua jenis, maka keduanya harus dijadikan sampel untuk memantau harga beras.

“BPS kumpulkan data beras di 80 kota berdasarkan merek karung berasnya, padahal beras itu misalnya Maknyuss, itu medium atau premium ini kami tidak tahu,” ujarnya.

Ia juga meminta BPS lebih jeli dalam melakukan survei harga beras di beberapa kota untuk merek beras yang sama. Sebab, bisa saja harganya berbeda. “Karena ada juga mereknya sama, tapi dibedakan sedikit oleh yang punya. Lalu, kenapa mereka pilih (merek tertentu)?” imbuh dia.

Kemudian, agar data harga beras lebih komprehensif, menurutnya, BPS juga perlu melakukan survei harga berdasarkan tingkat pecahnya. “Biasanya Maret-April itu terjadi yang tidak terjaga dengan baik. Berasnya tidak terlalu bagus, tingkat pecahnya sampai 20 persen. Padahal, dibilang beras premium. Ini harus didata juga,” katanya.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan institusinya sebagai penyedia data statistik tentu akan terus memperbaiki kualitas dan jangkauan data yang dimiliki. Meski, berbagai data yang disajikan saat ini belum bisa menyenangkan semua pihak.

“Intinya BPS berusaha mengangkat fakta di lapangan, tentu BPS tidak bisa menyenangkan semua pihak. Tapi, yang paling penting BPS harus jujur dan mempertahankan independensinya,” pungkasnya.

Sementara itu, berbicara mengenai beras Maknyus, pada bulan Juli 2018, di dalam perusahaan sendiri sempat ricuh karena utang obligasi yang belum dibayarkan oleh perusahaan. Pimpinan perusahaan yang memproduksi Beras Maknyuss mengatakan bahwa pihaknya akan memperbaiki struktur keuangan perusahaan tersebut.

“Perusahaan yang telah saya bangun dengan perjuangan dan sudah menjadi perusahaan yang sangat dibanggakan, sehingga saya akan terus perjuangkan. Hal ini sudah merupakan personal guarantee saya secara pribadi,” kata Stefanus Joko Mogoginta, Direktur Utama Tiga Pilar Sejahtera Food (TPS).

Loading...