Belum Bangkit, Rupiah Melemah 42 Poin di Awal Pekan

Rupiah mengawali transaksi dengan melemah 43 poinRupiah mengawali transaksi dengan melemah 43 poin - tirto.id

JAKARTA – masih belum mampu keluar dari tekanan pada pembukaan perdagangan Senin (25/3) ini. Seperti dilaporkan Index, Garuda mengawali dengan melemah 42 poin atau 0,30% ke level Rp14.205 per . Sebelumnya, spot sudah ditutup terdepresiasi 23 poin atau 0,16% di posisi Rp14.163 per pada akhir pekan (23/3) kemarin.

“Pelemahan rupiah yang terjadi pada akhir pekan lalu hanya koreksi teknikal saja,” ujar Chief Economist Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih, dikutip Kontan. “Sebab, selama tiga hari berturut-turut, rupiah cukup menguat karena pernyataan Gubernur The Fed, Jerome Powell, yang tidak akan menaikkan . Jadi, wajar jika rupiah turun pada akhir pekan.”

Di samping itu, pelemahan rupiah, tambah Lana, juga disebabkan pembelian dolar yang lebih besar menjelang akhir pekan atau weekend. Biasanya, akan membeli dolar pada akhir pekan untuk berlibur atau disimpan. “Ketidakpastian negosiasi dagang antara dan China juga berpengaruh besar terhadap mata uang domestik,” sambung Lana.

Hampir senada, Analis Central Capital Futures, Wahyu Tribowo Tribowo Laksono, mengatakan sentimen utama yang menekan rupiah yaitu penguatan rupiah itu sendiri. Wahyu bilang, banyak faktor yang membuat mata uang dolar AS akhir pekan kemarin ditutup menguat, salah satunya pernyataan dovish dari The Fed mengenai suku bunga tahun ini, yang membuat pelaku pasar jelas akan kebijakan bank sentral AS.

“Kebijakan Bank yang menaikkan suku bunga 6% dibanding The Fed yang akan menurunkan suku bunga tahun ini, jelas akan menguntungkan rupiah,” ujar Wahyu. “Tak hanya itu, pemerintah pun sangat menjaga pertumbuhan juga neraca perdagangan yang surplus Februari lalu. Setidaknya, ancaman nilai tukar rupiah menyentuh level Rp15.000 per dolar AS, tidak akan ada.”

Loading...