Belum Ada Kenaikan, Segini Tarif Dasar Listrik 2019 per kWh

Pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa sampai saat ini masih belum ada kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) dan tarif dasar listrik 2019 per kWhPihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa sampai saat ini masih belum ada kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) dan tarif dasar listrik 2019 per kWh - www.wowkeren.com

Sejak beberapa waktu lalu beredar isu tentang kenaikan dasar listrik di media sosial. Banyak orang khawatir jika pemerintah akan menaikkan dasar listrik 2019 secara diam-diam tanpa pemberitahuan sebelumnya. Pasalnya, seperti diketahui, dasar listrik tidak naik sejak tahun 2017 lalu.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Publik dan Kerja Sama dan Sumber Daya Mineral () Agung Pribadi menegaskan bahwa sampai saat ini masih belum ada kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL). Agung juga memastikan jika pemerintah tidak berencana untuk menaikkan TTL. “Isu kenaikan Tarif Tenaga Listrik dipastikan tidak benar. Pemerintah hingga saat ini tidak memiliki rencana untuk kenaikan tarif listrik. Bahkan pelanggan mampu pun tidak pernah naik sejak tahun 2017,” kata Agung bulan Juni 2019 lalu, seperti dilansir Republika.

Lebih lanjut Agung memaparkan, tarif listrik rumah tangga mampu golongan 900 VA mendapatkan diskon sebesar Rp 52 per kWh sejak tanggal 1 Maret 2019 menjadi Rp 1.352 per kWh. Sementara itu, golongan rumah tangga 1.300 VA ke atas dikenai listrik Rp 1.467,28 per kWh. Lain lagi dengan tarif listrik untuk rakyat kecil golongan pelanggan 450 VA dan 900 VA masih memperoleh subsidi listrik, masing-masing dengan tarif sebesar Rp 415 per kWh dan Rp 605 per kWh. Adapun total pelanggannya sekitar Rp 29 juta.

Bahkan kabarnya tarif listrik Indonesia yang mengikuti skema tariff adjustment ini masih relatif lebih murah dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. “Per Mei 2019 ini TTL kita masih lebih murah dibanding Thailand (Rp 1.656), Filipina (Rp 2.437) dan Singapura (Rp 2.546),” beber Agung.

Menurut ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Menteri ESDM Nomor 41 Tahun 2017, disebutkan bahwa apabila terjadi perubahan terhadap asumsi makro ekonomi (kurs, Indonesian Crude Price/ICP, dan inflasi), yang dihitung secara triwulanan, maka akan dilakukan penyesuaian terhadap tarif tenaga listrik (tariff adjustment).

Menteri ESDM Ignasius Jonan pun sebelumnya telah membantah isu kenaikan tarif dasar listrik (TDL) tersebut. “Enggak ada itu. Saya nggak pernah tahu. Saya nggak pernah naikkan tarif. Nggak tahu dia dapat dari mana,” tandasnya.

Loading...