Belanja Iklan Digital di Asia Tenggara Bakal Tumbuh Dua Digit Tahun Ini

Belanja Iklan Digital di Asia Tenggara - asia.nikkei.com

SINGAPURA – Belanja iklan di Asia Tenggara diperkirakan akan meraup keuntungan dua digit pada tahun 2017 ini, didorong oleh meningkatnya permintaan untuk perangkat mobile, , dan iklan sosial, demikian bunyi dari eMarketer and IAB Singapore. Perkiraan itu berdasarkan , termasuk kondisi makro di dan informasi dari riset lainnya.

Laporan tersebut memberikan perkiraan tentang jumlah media, belanja iklan internet, digital, dan mobile di Asia Tenggara dan wilayah Asia lainnya termasuk Singapura, Malaysia, dan Taiwan. Indonesia menempati posisi teratas dengan pasar media secara keseluruhan yang diprediksi mencapai 8,4 persen, dan iklan digital yang diperkirakan meningkat 25 persen pada tahun 2017 dan tetap tumbuh dua digit hingga tahun 2020.

Meski demikian, televisi tetap menjadi media yang masih mendominasi pasar iklan dengan nilai mencapai 1,68 miliar AS atau sekitar 60,1 persen dari total belanja iklan di Indonesia. Selain itu, belanja digital akan terus tumbuh karena lebih banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan smartphone.

Sementara itu, laporan ini juga mencatat bahwa Filipina akan mencapai pertumbuhan yang solid dengan tingkat pertumbuhan gabungan sebesar 17,1 persen pada tahun 2015 hingga 2020, atau mencapai 486,7 juta dolar AS. Pertumbuhan iklan digital di negara ini terutama didorong meningkatnya konektivitas internet dan naiknya penetrasi seluler.

Seperti halnya di Filipina, tingkat penetrasi smartphone di Vietnam juga terus meningkat dari 38,3 persen pada tahun 2016 menjadi 59,2 persen pada tahun 2020. Hal ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan belanja digital di negara tersebut sebesar 23 persen menjadi 215 juta dolar AS pada tahun 2017 ini, meski menjadi pasar iklan terkecil di antara negara yang tercantum dalam laporan.

Pertumbuhan belanja digital juga diharapkan terjadi di wilayah Asia lainnya, meski perekonomian yang melemah telah memengaruhi pengeluaran media. Hong Kong memiliki pasar iklan terbesar, yaitu 3,02 miliar dolar AS pada tahun 2017. Namun, perlambatan ekonomi di China, pariwisata yang lemah, dan penjualan ritel yang turun bisa menjadi faktor yang memengaruhi pengeluaran media Hong Kong secara keseluruhan. “Kelemahan berkelanjutan di pasar telah mendorong pengiklan untuk bertindak hati-hati dan memotong anggaran,” tulis laporan tersebut.

Loading...