Parlemen Belanda: China Lakukan Genosida kepada Muslim Uighur

Muslim Uighur China - www.aljazeera.comMuslim Uighur China - www.aljazeera.com

DEN HAAG – Parlemen baru-baru ini menyatakan bahwa perlakuan terhadap dapat dikategorikan sebagai tindakan genosida. Negeri Kincir Angin merupakan pertama di kawasan Eropa yang membuat pernyataan tersebut, setelah sebelumnya parlemen Kanada mengeluarkan resolusi serupa pada awal pekan kemarin.

Diwartakan South China Morning Post, pada Kamis (25/2) waktu setempat, parlemen Belanda merilis mosi tidak mengikat yang mengatakan bahwa perlakuan terhadap minoritas Muslim Uighur di China sama dengan genosida. Tindakan Beijing seperti ‘tindakan yang dimaksudkan untuk mencegah kelahiran’ dan ‘mengadakan kamp hukuman’, menurut Resolusi PBB 260, umumnya dikenal sebagai konvensi genosida.

Di hari yang sama, AS, yang membuat deklarasi genosida pada Januari lalu, di hari-hari terakhir pemerintahan Donald Trump, mengatakan bahwa mereka belum membuat keputusan akhir tentang apakah akan memboikot Olimpiade Dingin 2022 di Beijing atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang. Kanada, sementara itu, mengeluarkan resolusi yang melabeli perlakuan China terhadap Uighur sebagai genosida awal minggu ini.

Penulis mosi tersebut, anggota parlemen Sjoerd Sjoerdsma dari Partai D-66, telah secara terpisah mengusulkan untuk melobi Komite Olimpiade Internasional untuk memindahkan Olimpiade Musim Dingin 2022 dari Beijing. “Mengakui kekejaman yang terjadi terhadap Uighur di China apa adanya, yaitu genosida, mencegah untuk melihat ke arah lain dan memaksa kami untuk bertindak,” katanya.

Meski demikian, Menteri Luar Negeri Belanda, Stef Blok, mengatakan bahwa pemerintah tidak mau menggunakan istilah genosida, karena situasinya belum diumumkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa atau pengadilan internasional. Ia cuma menuturkan bahwa ‘situasi Uighur sangat memprihatinkan’, menambahkan bahwa Belanda berharap untuk bekerja sama dengan negara lain dalam masalah ini.

Di belahan dunia lain, sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki, mengatakan bahwa belum ada keputusan akhir yang dibuat tentang boikot Olimpiade dan tentu saja mereka akan mencari panduan dari Komite Olimpiade AS. Mantan duta besar AS dan calon dari Partai Republik, Nikki Haley, adalah politisi AS terbaru yang menyerukan boikot terhadap pertandingan Beijing.

Sebelumnya, Psaki mengisyaratkan bahwa tidak ada diskusi yang sedang berlangsung tentang pemboikotan Olimpiade China. Sementara itu, Duta Besar China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa menuduh kekuatan Barat menggunakan masalah Uighur untuk mencampuri urusan dalam negeri negara mereka.

Loading...