Beda Pasar, MNC Bank Tak Risaukan Wacana Holding BUMN Perbankan

– PT Bank MNC Tbk menyatakan tak terpengaruh dengan kabar rencana pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara () di sektor Perbankan.

Benny Purnomo selaku Utama MNC Bank menjelaskan, ‎perseroan sejatinya tidak terlalu terpengaruh dengan wacana pembentukan holding tersebut. Sebab, terdapat segmentasi pasar tertentu di perbankan yang tidak dapat dikuasai oleh bank-bank besar.

“Secara individual pasar antara BUMN dengan MNC Bank itu berbeda. Memang ada overlapping tapi tetap saja ada pasar tertentu yang bank besar tidak bisa masuk,” tuturnya saat ditemui di Gedung MNC Tower, Jakarta, Rabu (22/6).

Benny lantas mencontohkan, saat ini memiliki 118 perbankan nasional namun hanya sekitar 15 bank yang menguasai 80% pasar. Sisanya 20%, dikuasai oleh sekitar 100-an bank yang juga masih eksis hingga saat ini.

Lebih lanjut, Benny mengatakan bahwa perbankan nasional masih memiliki peluang besar untuk tumbuh mengingat jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa.

“Tinggal bagaimana kita bisa menggarapnya. Walaupun market kecil, kalau kita garap secara dalam itu potensinya besar,” katanya.

Sebagaimana diketahui, melalui Kementerian BUMN tengah merencanakan pembentukan holding BUMN sektor perbankan konvensional yang melibatkan empat bank pelat merah, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)‎ Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Loading...