Beberapa Pasar Goyah, Penjualan Mobil di ASEAN Masih Tumbuh 0,6 Persen

BANGKOK – Penjualan mobil baru di enam utama di kawasan Asia Tenggara pada bulan November 2016 merangkak 0,6 persen dengan 286.524 unit kendaraan. Lonjakan pembelian mobil baru di membantu mengatasi kemerosotan penjualan yang cukup besar di Thailand, Malaysia, dan juga Vietnam.

Penjualan mobil baru di Indonesia naik 15 persen dengan 99.934 unit kendaraan yang terjual, sekaligus menandai pertumbuhan delapan bulan berturut-turut secara year-on-year. Pemulihan kondisi , disertai dengan pemotongan suku bunga acuan oleh mampu meningkatkan daya beli . Permintaan cukup tinggi terjadi pada mobil LCGC (low cost green car) dan hemat bakar.

Mobil kompak Calya dari Toyota dan Daihatsu Sigra yang meluncur pada bulan Agustus 2016 mampu memperluas penjualan hampir 40 persen. Harapan untuk pemulihan ekonomi di Indonesia pun terus tumbuh setelah perlambatan yang terjadi pada tahun 2015.

Sementara itu, di Thailand, penjualan mobil baru anjlok 15 persen year-on-year dengan hanya 64.771 unit, sekaligus penurunan paling drastis dalam 17 bulan terakhir. Sebuah dealer Toyota di Bangkok mengatakan bahwa pada bulan Desember, penjualan masih turun sekitar 10 hingga 15 persen, salah satunya akibat rendahnya konsumsi masyarakat pada barang mewah usai kematian Raja Bhumibol Adulyadej pada bulan Oktober.

Kebijakan pemerintah dengan menaikkan pajak pada bulan Januari lalu pada produk karbondioksida, membuat beberapa kendaraan besar, seperti truck pick-up, mengalami peningkatan. Penjualan mobil penumpang di Thailand turun 9 persen pada tahun ini, sedangkan penjualan mobil komersial, termasuk truck pick-up, anjlok hingga 18 persen.

Seperti Thailand, di Malaysia, pasar terbesar ketiga kawasan ASEAN, penjualan mobil juga merosot 12 persen menjadi 49.085, sekaligus penurunan selama 11 bulan beruntun. Perhelatan Malaysia Autoshow di Kuala Lumpur pada pertengahan November gagal menarik minat konsumen. Sementara itu, penjualan mobil di Vietnam tergelincir 4 persen, menjadi 28.442 unit, penurunan pertama dalam rentang sembilan bulan.

Loading...